Ramai Video Pasien Diberi Tabung Oksigen Kosong di Medan, Ini Kata Rumah Sakit

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi orang sakit. Foto: Parentingupstream/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang sakit. Foto: Parentingupstream/Pixabay

Ramai sebuah video yang memperlihatkan keributan di ruang perawatan di RSUD Pirngadi Medan. Dalam unggahan itu, terdengar suara pria yang memarahi tenaga kesehatan karena disebut memberikan tabung oksigen kosong kepada pasien.

Dalam video itu terlihat pasien yang disebut sebagai 'mamak' oleh pria tersebut tergelatak dalam ranjang. Kondisinya kritis hingga akhirnya meninggal dunia. Pria itu menangis sambil menepuk-nepuk tubuh wanita tersebut.

Sementara itu, sejumlah tenaga medis tampak menangani pasien. Seorang petugas memberikan tabung oksigen kepada pasien tersebut. Hanya saja, pria itu marah-marah.

instagram embed

“Tabung kosong ini, tabung kosong, enggak ada tekanan,” ujar pria dalam video tersebut.

Pria itu menyebut petugas tak profesional dalam menangani pasien. Ia meminta petugas untuk melepas masker saat merekam peristiwa itu. "Ini nyawa mamakku, bisa kalian ganti kayak gitu," imbuhnya.

Tak selang lama, tenaga kesehatan dalam video tersebut pingsan. Ia kemudian dipindahkan ke ruang lain.

Keterangan RSUD Prigadi

Humas RSUD Pirgadi, Edison Perangin-angin, membenarkan peristiwa yang ada dalam video itu. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (26/5) sekitar pukul 22.00 WIB. Pasien di video itu telah dinyatakan meninggal dunia.

Meski begitu, Edison membantah terkait tabung oksigen kosong yang diberikan kepada pasien. “Tabung gas masih terisi,” ujar Edison, kepada kumparan, Jumat (28/5).

Ia mengatakan pihaknya telah membuat laporan ke polisi yang dialamatkan kepada pengunggah video tersebut.

“Kita sudah bantah (video viral) dengan cara membuat laporan ke Polrestabes Medan,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk petugas yang pingsan dalam video itu masih dirawat. Meski begitu, Edison tak merinci detail kejadian tersebut.

“Yang aku dengar ada penyerangan kepada petugas medis ASN. Untuk informasinya coba konfirmasi ke suami suster itu, karena suaminya sudah bikin LP (laporan polisi) juga,” pungkasnya.

embed from external kumparan