Rantai Raksasa Diduga Peninggalan Belanda Ditemukan di Bantul

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rantai jumbo yang ditemukan di dalam sungai cekdam Ngancar, Yogyakarta. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rantai jumbo yang ditemukan di dalam sungai cekdam Ngancar, Yogyakarta. Foto: Dok. Istimewa

Benda unik kembali ditemukan di Bantul, DIY. Setelah sebelumnya ada wajan raksasa peninggalan Belanda, kini ditemukan rantai raksasa.

Rantai raksasa itu ditemukan warga Pedukuhan Mangir, Triharjo, Kecamatan Pandak, di dalam Sungai Cekdam Ngancar, pada Selasa (31/8).

Rantai itu memiliki panjang 30,6 meter serta diameter 24 centimeter. Sama seperti wajan, rantai jumbo seberat 2 ton itu diduga merupakan peninggalan Belanda.

kumparan post embed

Murdiyanto (50) operator ekskavator mengatakan, rantai ini ditemukan saat dirinya mencari pasir dan batu. Rantai itu menyangkut di ekskavator yang sedang mengambil pasir untuk menimbun pusaran air di area cekdam.

"Awalnya kita kan renovasi dam. Terus kita kan cari pasir batu untuk menimbun pusaran air untuk akses backhoe (ekskavator). Lalu nyangkut benda. Saya kira kayu jati ternyata rantai," kata Murdiyanto kepada wartawan, Kamis (2/9).

Murdiyanto menjelaskan, rantai tersebut ada di kedalaman 2 meter dengan kondisi tertutup pasir, batu dan air. Posisinya saat itu melintang dari selatan ke utara Sungai Bedog.

Rantai kemudian diangkat ke pinggir sungai oleh pekerja dan warga sekitar.

"Beratnya mungkin sekitar 2 ton lebih. Evakuasinya diangkat secara manual," jelas dia.

Rantai jumbo yang ditemukan di dalam sungai cekdam Ngancar, Yogyakarta. Foto: Dok. Istimewa

Sementara Ketua Unit Ratu Boko dan Candi Ijo BPCB Yogyakarta, Tri Hartini, menelusuri temuan tersebut. Dia membawa sampel dari rantai itu untuk dicek di lab untuk mengetahui bahan dan umur rantai.

Selain itu, tim juga akan menggali sejarah wilayah tersebut dari warga sekitar. Termasuk mengecek struktur bangunan di sekitar penemuan.

"Pasti benda itu ada sejarahnya dulu. Tapi untuk memastikannya nanti kita teliti dulu," kata Tri,

Sejauh ini, ada kemungkinan rantai tersebut dibuat di zaman Belanda. Namun, tim BPCB juga masih akan mencari temuan serupa di wilayah lain sebagai perbandingan.

"Rantai (kemungkinan) dibuat saat era modern, (zaman) Belanda kan sudah modern," tutup dia.