Rasa Bersalah Mandor atas Kecelakaan Maut Tower BTS di Bekasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tower BTS di Kelurahan Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (27/1/2025). Dok: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tower BTS di Kelurahan Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (27/1/2025). Dok: kumparan

Beton penahan tower telekomunikasi (BTS) ambruk menimpa 6 pekerja, 1 di antaranya tewas. Korban tewas bernama Rustadi (44 tahun).

Peristiwa ini terjadi di Kavling Bumi Indah Sejahtera, RT 05/08, Kelurahan Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pukul 10.00 WIB, Senin (27/1).

Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, menceritakan sisi lain dari kecelakaan kerja maut itu.

"Kepala tukang (mandor) merasa bersalah karena meninggalkan temannya," kata Wuryanti kepada wartawan, Selasa (28/1).

Ke mana mandor itu? "Istrinya dan anaknya sakit, dia mau nengok dulu," jawab Wuryanti.

Polisi pun melakukan trauma healing. "Baru deh itu jadi tidak tremor, (sudah) bisa makan, bisa minum, semalam dimintai keterangan juga sudah bisa," katanya.

Daftar Korban

Korban Tewas

  1. Rustadi (44 tahun), warga Papringan, Kabupaten Karawang.

Korban Luka

  1. Tarsum (38 tahun), warga Rangdumulya, Kabupaten Karawang, luka pada siku tangan kanan, shock.

  2. Karmad Suhendri (41 tahun), warga Karangmulya, Kabupaten Indramayu.

  3. Warsono (29 tahun), warga Sukamelang Kroya, Kabupaten Cilacap, luka lengan kiri dan lutut kiri.

  4. Belin Satupa (30 tahun), warga Karangmulya, Kecamacatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, luka di kepala atas sebelah kiri (6 jahitan), shock.

  5. Dedi (27 tahun), warga Desa Rangdum Mulya, Kecamatan Pedes , Kabupaten Karawang, luka lecet pada kaki kanan, shock.

"Jadi kemarin yang shock itu salah satu pekerja itu masih kerabat si almarhum ini, jadi dia shock berat," kata Wuryanti.