Ratna Tak Setuju Prabowo Jumpa Pers soal Kabar Pemukulannya

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terdakwa Ratna Sarumpaet menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/4). Dalam sidang ini dihadirkan empat orang saksi, salah satunya Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik Sudaryati. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Terdakwa Ratna Sarumpaet menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/4). Dalam sidang ini dihadirkan empat orang saksi, salah satunya Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik Sudaryati. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Terdakwa kasus penyebaran hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet terus bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/4). Karyawan yang juga sopir Ratna, Ahmad Rubangi, menjadi saksi dalam sidang itu.

Dari kesaksian, Rubangi terungkap, Ratna sebenarnya tidak setuju dengan konferensi pers yang digelar oleh capres Prabowo Subianto. Saat itu, Prabowo bersama dengan sejumlah anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menggelar konferensi pers menanggapi soal dugaan pemukulan terhadap Ratna yang menyebabkan wajahnya lebam.

"Saya dengar beliau mengatakan akan ada jumpa pers. Oleh Pak Prabowo. Tentang pemukulan ibu. Yang saya dengar, katanya, ibu sebenarnya enggak setuju adanya jumpa pers, makanya ibu tidak ikut," ungkap Rubangi saat menjawab pertanyaan jaksa dalam sidang, di PN Jakarta Selatan, Selasa (2/4).

Terdakwa Ratna Sarumpaet menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (2/4). Dalam sidang ini dihadirkan empat orang saksi, salah satunya Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik Sudaryati. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Saat itu, Ratna memilih pergi ke kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada 2 Oktober 2018 untuk bertemu dengan sejumlah orang. Tapi, dia tidak tahu persis apa yang dibicarakan dan bertemu dengan siapa saja Ratna saat itu.

"Saya hanya menunggu di parkiran," tambah dia.

embed from external kumparan

Setelah itu, Ratna meminta diantarkan ke rumah salah satu anaknya di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Rubangi menuturkan, tidak ada yang berbeda dari kegiatan Ratna. Atasannya itu juga tidak mengeluhkan sakit sepanjang perjalanan.

Ratna didakwa membuat keonaran dengan menyebarkan hoaks penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang diklaimnya akibat penganiayaan, padahal karena operasi plastik.