Rayakan Hari Jadi Kim Il-sung, Kim Jong-un Muncul di Muka Publik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara, menghadiri pertemuan dengan Nguyen Thi Kim Ngan, ketua Majelis Nasional Vietnam, di Majelis Nasional di Hanoi, Vietnam, pada hari Jumat, 1 Maret 2019. Foto: SeongJoon Cho/Pool melalui Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara, menghadiri pertemuan dengan Nguyen Thi Kim Ngan, ketua Majelis Nasional Vietnam, di Majelis Nasional di Hanoi, Vietnam, pada hari Jumat, 1 Maret 2019. Foto: SeongJoon Cho/Pool melalui Reuters

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi makam kakeknya, Kim Il-sung, pada Jumat (15/4). Korut tengah merayakan peringatan 110 tahun kelahiran mediang pendiri mereka pada hari yang dinamakan ‘Hari Matahari’ itu.

Kim Jong-un turut menghadiri pertemuan nasional dan prosesi publik di Lapangan Kim Il-sung, Pyongyang. Namun, ia tidak memberikan pernyataan publik.

Seorang pejabat senior justru berbicara pada pertemuan itu. Pejabat itu mengatakan, Korut akan mengatasi segala kesulitan dan selalu muncul sebagai pemenang.

15 April merupakan salah satu tanggal terpenting dalam kalender politik Pyongyang. Negara itu lantas merayakannya dengan festival cahaya, pesta dansa, dan upeti bunga.

Parade perayaan ulang tahun ke 110 Kim Il Sung di Korea Utara. Foto: Kyodo/via REUTERS

"Saya datang untuk melihat festival cahaya dengan putri saya. Melihatnya hari ini, itu sangat keren. Hal yang paling mengesankan khususnya adalah [instalasi lampu] yang mengatakan 'kemandirian'," ungkap seorang dokter berusia 40 tahun, Ri Bom-chol, seperti dikutip dari AFP.

Ribuan orang tampak membanjiri alun-alun utama Pyongyang. Mereka mengenakan pakaian tradisional berwarna-warni lalu bernyanyi dan menari.

Korut menggelar konser, pameran seni, hingga seminar ideologis untuk memeriahkan perayaan. Selama festival cahaya, ada pula air mancur dan perahu yang dihias untuk melayari Sungai Taedong.

Festival itu juga menggambarkan rumah asli Kim Il-sung dan Gunung Paektu ‘secara artistik’. Ada pun gapura dengan cahaya bertuliskan 'Pyongyang yang Terbaik' dan 'Kami yang Paling Bahagia di Dunia'.

Parade perayaan ulang tahun ke 110 Kim Il Sung di Korea Utara. Foto: Kyodo/via REUTERS

Korut umumnya menggelar perayaan yang lebih besar setiap ulang tahun kelima dan kesepuluh kematian Kim Il-sung. Namun, tidak ada tanda-tanda parade militer selama perayaan kali ini.

Pengamat kemudian mengungkap citra satelit menjelang perayaan itu. Gambar satelit dikatakan menunjukkan persiapan untuk parade militer. Namun, tidak ada konfirmasi terkait parade ketika perayaan berlangsung.

Kendati demikian, Korea Selatan terus memantau perkembangan situasi. Ketegangan antara kedua negara itu terus bergulir akibat uji coba rudal.

Suasana selama uji coba peluncuran "tipe baru" rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara yang dirilis pada Kamis (24/3/2022). Foto: Dok. Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara

Perayaan itu pun terjadi usai Korut melanjutkan pengujian rudal balistik antarbenua (ICBM) pada Maret 2022. Uji coba itu merupakan yang pertama kali sejak 2017.

Para pejabat Seoul dan Washington mengatakan, Korut menampilkan tanda-tanda akan melanjutkan uji coba senjata nuklir pula. Tes senjata semacam itu pun terkadang dilakukan pada hari libur utama.

Analis menduga, Korut akan mengungkap persenjataan baru pada 15 April. Bila tidak, Korut bahkan diprediksi akan menguji coba senjata nuklir terlarang. Tetapi, media setempat hanya mengabarkan 'pertunjukan akbar' selama perayaan itu.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat uji coba peluncuran "tipe baru" rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara yang dirilis pada Kamis (24/3/2022). Foto: Dok. Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara

Sementara itu, kantor berita NK News melaporkan indikasi berlainan. Kantor berita yang berbasis di Seoul itu mengungkap, sumber mereka mendengar helikopter dan jet terbang rendah di langit Pyongyang.

Pakar lain kemudian mengatakan, parade militer utama mungkin akan diadakan pada 25 April. Sebab, tanggal itu juga menandai perayaan besar lain, yakni berdirinya tentara Korut.

"Karena dua peringatan itu hanya berjarak 10 hari, tampaknya agak sulit untuk mengadakan parade pada kedua kesempatan itu," jelas seorang profesor di Universitas Studi Korea Utara, Yang Moo-jin.