Rekam Jejak Angela Merkel dalam Dunia Politik Jerman

Angela Merkel mengumumkan pada hari Senin (29/10) bahwa dirinya akan berhenti dari dunia politik. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Berlin.
Langkah pertama yang akan diambilnya adalah berhenti sebagai pemimpin partai Christlich Demokratische Union Deutschlands (CDU). Sementara jabatannya sebagai kanselir yang berakhir pada tahun 2021 akan menjadi partisipasi terakhirnya dalam dunia politik.
Merkel menduduki peringkat empat sebagai orang yang paling berkuasa di dunia versi majalah Forbes pada 2018. Sementara di antara para perempuan, ia menduduki peringkat nomor satu di dunia selama delapan tahun berturut-turut sampai tahun 2018, dan tiga belas kali secara keseluruhan. Ia juga berkali-kali masuk ke dalam daftar 100 orang paling berpengaruh versi majalah Time.
Apa saja rekam jejak Merkel dalam dunia politik yang membuat dirinya menjadi sangat berpengaruh?
Merkel lahir 64 tahun yang lalu di kota Hamburg. Ayahnya adalah seorang pendeta Protestan dan ibunya adalah seorang guru bahasa Inggris dan Latin.
Antara 1973 sampai 1978, Merkel terdaftar sebagai mahasiswa jurusan Fisika di Universitas Leipzig. Pada 1986, ia mendapatkan gelar doktor dalam bidang kimia quantum.

Karier politik Merkel dimulai setelah runtuhnya tembok Berlin pada 1989. Ia bergabung dalam sebuah partai yang baru terbentuk yang bernama Demokratischer Aufbruch dan menjadi juru bicara partai tersebut.
Namun, setelah kurang lebih setahun berkarir di partai itu, Merkel akhirnya pindah ke CDU pada Agustus 1990.
Di akhir tahun 1990, Merkel berhasil memenangkan sebuah kursi di parlemen sebagai perwakilan dari daerah Stralsund, Rügen, dan Grimmen. Pada Januari 1991, dirinya ditunjuk sebagai Menteri Perempuan dan Pemuda oleh kanselir Jerman yang saat itu sedang memimpin, Helmut Kohl.

Tiga tahun kemudian ia menjadi Menteri Lingkungan dan Keamanan Nuklir. Saat menjabat sebagai menteri di bawah kepemimpinan Kohl, usia Merkel masih di bawah 40 tahun. Hal tersebut menjadikannya sebagai menteri termuda dalam kabinet tersebut.
Setelah posisi CDU tergeser dari posisi pertama ke posisi kedua dalam pemilihan 1998, Merkel terpilih menjadi Sekretaris Jendral partai itu. Di 1999, Kohl berhenti menjadi pemimpin CDU karena adanya skandal keuangan dalam partai tersebut saat ia memimpin.
Merkel pun dipilih menjadi pemimpin CDU di tahun berikutnya, menjadikan dirinya sebagai perempuan pertama dan orang non-Katolik pertama yang memimpin partai itu.

Setelah partainya kembali memenangkan pemilihan pada 2005, Merkel menjadi kanselir perempuan pertama di Jerman yang terus berlanjut sampai saat ini hingga periode yang keempat. Ia juga menjadi kanselir termuda yang pernah menjabat pada usia 51 tahun dan menjadi orang pertama dari Jerman bagian timur yang berhasil menjadi kanselir.
Dua kebijakkan besarnya selama ia menjadi kanselir adalah ketika ia berusaha menyelamatkan Uni Eropa dari krisis utang zona Euro dan saat ia membuka perbatasan dan membiarkan masuk banyak pengungsi ke negaranya.

Untuk menanggulangi krisis utang yang terutama dialami negara-negara selatan Eropa seperti Yunani, Portugal, dan Italia, Merkel melakukan penghematan fiskal, memotong anggaran, dan memperketat pengawasan untuk memulihkan perekonomian di negara-negara tersebut.
Ia secara de facto menjadi pemimpin Uni Eropa dan menyetir perekonomiannya.
Tantangan terbesarnya sebagai kanselir datang ketika sejumlah besar imigran dan pengungsi mulai berdatangan ke Eropa, terutama para pengungsi dari perang Suriah.

Merkel membuka perbatasan Jerman bagi para pencari suaka. Tindakannya banyak dipuji oleh masyarakat Jerman dan internasional.
Namun, tidak semua orang terkesan atas kebijakannya tersebut. Partai sayap kanan Jerman Alternative für Deutschland (AfD) adalah partai oposisi yang menentang kebijakan itu.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilihan Jerman, AfD berhasil mendapatkan kursi di parlemen. Meningkatnya partisipan AfD diduga karena bertambahnya masyarakat Jerman yang tidak menyukai kebijakan-kebijakan Merkel terhadap para imigran dan pengungsi.
Merespons hal tersebut, Angela Merkel memutuskan untuk pensiun dari dunia politik.
