Rekayasa Lalu Lintas Bundaran HI Dilakukan Permanen Mulai Pekan Ini

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kendaraan bermotor melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan bermotor melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menetapkan rekayasa lalu lintas di Bundaran Hotel Indonesia (HI) akan berlaku permanen. Rekayasa ini akan dilakukan tiap hari mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.

“Dalam upaya meningkatkan kinerja lalu lintas di kota Jakarta khususnya di Kawasan Bundaran HI, Dinas Perhubungan Provinsi DKl Jakarta menetapkan secara permanen Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Kota Administrasi Jakarta Pusat, mulai Senin (18/7) dan berlaku setiap hari pada pukul 16.00-21.00 WIB,” demikian tertulis dalam unggahan akun instagram resmi Dishub DKI @dishubdkijakarta, dikutip Selasa (19/7).

Dengan demikian, masyarakat tidak bisa lagi asal berputar arah ataupun berbelok di kawasan Bundaran HI.

Kendaraan dari arah Jalan Sudirman yang hendak mengarah ke Jalan Imam Bonjol kini harus putar balik di Bundaran Patung Kuda atau di Kemenhub.

Adapun kendaraan dari arah Jalan Imam Bonjol yang hendak mengarah ke Jalan MH Thamrin harus melakukan putar balik di Jalan Jenderal Sudirman dengan melakukan putar balik di Landmark kolong Sudirman lalu ke Jalan Galunggung lalu ke arah Kuningan BNI dan kembali ke Jalan Jenderal Sudirman.

Sebelumnya kebijakan ini diputuskan untuk dilakukan secara permanen, Dishub sudah lebih dulu melakukan uji coba rekayasa lalu lintas selama 2 pekan.

Sejumlah kendaraan bermotor melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Hasilnya, Dishub melihat kemacetan yang cenderung terjadi saat pulang kerja mulai terurai saat kebijakan ini berlangsung.

Sebelumnya, total volume lalu lintas di dua arah semula 40,662 satuan mobil penumpang (smp) meningkat menjadi 46,249 smp. Peningkatan ini menunjukkan bahwa lalu lintas di ruas jalan tersebut lancar sehingga banyak kendaraan yang melintas.

Selain itu derajat kejenuhan yang menandakan kemacetan juga menurun 16 persen dari 0,55 menjadi 0,46.

“Rekayasa ini juga meningkatkan keselamatan berkendara. Selama uji coba telah teridentifikasi pengurangan titik konflik lalu lintas di Bundaran HI dari semula 8 titik, kini berkurang menjadi 4 titik,” tuturnya.