Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.96.1
![Rekonstruksi kasus pembunuhan WN Taiwan. Foto: Istimewa](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640/v1597303377/tjh6rfm6t2vj812fh7an.jpg)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Kanit V Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Rulian Syauri mengatakan, dalam rekonstruksi hari ini, sebanyak 55 adegan diperagakan oleh para tersangka, termasuk sang otak pembunuhan, Sri Sadewa.
“51 hanya TKP sini (Cikarang), TKP perencanaan pembunuhan yang di Polda tadi ada 4 adegan, adegan perencanaannya ada, adegan perencanaan itu dilakukan sebelum hari-H eksekusi,” ucap Rulian kepada wartawan di Cikarang, Bekasi, Kamis (13/8).
Rulian mengatakan, dalam rekonstruksi , dijelaskan korban ditusuk menggunakan pisau jenis sangkur dan dibawa oleh pelaku yang masih kabur. Termasuk detik-detik saat korban hendak dihabisi di dekat kamar mandi.
“Ada pun yang perlu didalami dalam kasus ini, pada rekon ini, bahwa senjata yang digunakan untuk membunuh korban ini berupa pisau jenis sangkur yang sampai saat ini masih dibawa oleh DPO,” jelas Rulian.
ADVERTISEMENT
Hsu Ming Hu (52) sebelumnya ditemukan tewas terbunuh di kediamannya di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 24 Juli 2020. Korban merupakan seorang pengusaha roti.
Peristiwa pembunuhan ini ternyata didasari rasa sakit hati oleh salah satu tersangka, Sri Sadewa (37), yang saat itu masih menjadi asisten pribadi korban. Ia mengaku sakit hati karena telah dihamili korban.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana, menerangkan peristiwa pembunuhan itu terbongkar berkat adanya laporan dari pihak Kedutaan Besar terkait orang hilang. Setelah ditelusuri, mereka mendapat informasi ditemukan sesosok mayat pria di Subang, Jawa Barat, pada 26 Juli atau dua hari setelah dibunuh Sri pelaku.
Selain karena dihamili korban, Sri juga sakit hati karena diminta untuk menggugurkan kandungannya. Motif lainnya adalah didasari rasa cemburu pelaku karena tak kunjung dinikahi, dan korban lebih memilih menikahi pembantunya.
ADVERTISEMENT
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona