Relawan Tak Ambil Pusing Polemik Banteng Celeng, Fokus Kampanyekan Ganjar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat rapat penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur, Senin (11/10). Foto: Pemprov Jateng
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat rapat penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur, Senin (11/10). Foto: Pemprov Jateng

Konflik internal di PDIP terkait dukungan terhadap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk maju sebagai capres 2024 tidak menyurutkan semangat para relawan.

Elite PDIP, Bambang Pacul, menyebut kader yang mendukung Ganjar sebagai celeng. Kemudian direspons oleh FX Hadi yang juga mendukung Ganjar, sebagai banteng celeng.

Ketua Umum DPP Sahabat Ganjar, Aloysius Jaka, mengungkapkan pihaknya terus bergerak untuk mengenalkan Ganjar kepada masyarakat.

“Mau ada konflik di partai mana pun, kami tenang dan tetap mendukung. Kami fokusnya menyampaikan ke masyarakat bahwa ada sosok yang bernama Ganjar Pranowo yang bisa bekerja,” kata Aloysius ketika dihubungi kumparan, Senin (18/10).

“Tugas kami melakukan sosialisasi bahwa beliau kapabel dan layak dimajukan sebagai Capres 2024,” lanjut dia.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengenakan baju adat pemberian Tokoh Adat Tobelo Maluku Utara, Toni Pulo. Foto: Pemprov Jateng

Aloysius menjelaskan dukungan dari masyarakat kepada Ganjar Pranowo semakin meluas, terutama di Jawa Tengah. Ia pun yakin dukungan relawan terhadap Ganjar, khususnya di Jawa Tengah, cukup solid.

“Kalau di Jawa Tengah, sampai hari ini sudah ada 23 DPC Sahabat Ganjar. Tadi siang jumlahnya tambah lagi, sudah ada calon DPC yang dimantapkan. Saya yakin kalau dari Jawa Tengah, Sahabat Ganjar cukup solid,” ungkapnya.

Ke depan, Sahabat Ganjar berencana memperluas aksinya di berbagai daerah.

“Kemarin kita lakukan Gerakan Susur Tanah Sunda di 10 kota di Jawa Barat. Targetnya kegiatan kami selanjutnya ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, sampai seluruh Indonesia,” tuturnya.

kumparan post embed

Terkait konflik internal PDIP, Aloysius berharap agar Ganjar dapat segera menyelesaikannya secara baik.

“Saya yakin Pak Ganjar mampu berkomunikasi dengan semua pihak, termasuk dengan partai-partai,” pungkasnya.

Konflik internal ini muncul karena Bambang Pacul menyebut kader PDIP pendukung Ganjar sebagai Capres 2024 bukan lagi banteng tetapi celeng. Selain dianggap bukan bagian dari banteng, kader yang mendeklarasikan Ganjar sebagai capres juga dianggap telah keluar dari barisan partai, lantaran mendahului keputusan Ketum Megawati Soekarnoputri.