Respons Ibu ketika Bripka Iwan Disandera: Kalau Iwan Mati, Ya Aku Mati

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bripka Iwan Sarjana. (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Bripka Iwan Sarjana. (Foto: Dok. Istimewa)

Para tetangga di lingkungan rumah Bripka Iwan Sarjana mengaku bersyukur dia telah dibebaskan setelah 27 jam lebih disandera oleh napi teroris di Rutan Mako Brimob.

"Alhamdulillah, sekarang sudah dibebaskan, sudah sehat, biar luka-luka, yang penting selamat," kata Tumini (57), tetangga Iwan di Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok, saat ditemui, Kamis (10/5).

Tumini mengatakan, ia mengenal Iwan sebagai sosok yang baik. Iwan merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Dia menyebut adik Iwan juga memiliki profesi yang sama yakni Polisi.

"Dia baru menikah sebulan yang lalu. Orang tuanya tinggal ibunya aja, ayahnya sudah meninggal," lanjut Tumini.

Iwan Sarjana bebas dari penyanderaan (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Iwan Sarjana bebas dari penyanderaan (Foto: Istimewa)
Kediaman Bripda Iwan Sarjana (Foto: Adhim Mugni/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kediaman Bripda Iwan Sarjana (Foto: Adhim Mugni/kumparan)

Ia juga mengungkapkan respons Ibu Iwan ketika mendengar anaknya menjadi sandera napi teroris.

"Kemarin katanya pada lemes, katanya Bulek (Ibu Iwan) gini, 'Kalau Iwan mati, ya aku mati' katanya Bulek bilang gitu," ucap Tumini menirukan ucapan Ibu Iwan.

Sampai saat ini, Tumini menyatakan, keluarga Iwan masih di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, sejak sore kemarin.

"Kemarin dijemput sama adiknya itu ke rumah sakit, sampai saat ini belum pulang," katanya.

Sebelumnya, Bripka Iwan sempat menjadi sandera napi teroris di Rutan Mako Brimob yang berhasil dibebaskan oleh polisi melalui negosiasi makanan dengan napi teroris.