Respons Unpad soal Perubahan Skema Seleksi Masuk PTN: Kita Positif Saja
ยทwaktu baca 3 menit

Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung menyambut baik perubahan skema atau pola seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mulai berlaku tahun 2023.
"Kita positif saja karena memang itu akan juga bisa menangkap mahasiswa dengan talenta terbaik. Jadi dengan pro material yang paling baik karena diceknya tidak ada hubungannya dengan kualitas SMA atau penyiapan bimbingan tes," kata Wakil Rektor (Warek) 1 Unpad Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof dr Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, PhD saat dimintai tanggapan, Kamis (8/9).
Perubahan seleksi masuk PTN diatur dalam Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana pada PTN yang baru dirilis.
Seleksi masuk dilakukan dengan tiga jalur seperti sebelumnya, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan seleksi mandiri. Hanya saja ada perubahan dalam pelaksanaan teknisnya.
Perubahan itu antara lain mengenai lintas jurusan/tidak ada IPA-IPS, tak ada Tes Potensi Akademik (TPA), dan seleksi jalur mandiri yang lebih transparan.
Arif menyambut baik Kurikulum Merdeka yang menghilangkan penjurusan IPA dan IPS di SMA.
"Nanti tidak ada lagi penjurusan, kan. Di SMA, kan, sudah hilang penjurusannya, jadi di SMA sudah tidak ada penjurusan, Kurikulum Merdeka itu tidak ada penjurusan, jadi semua boleh ambil apa pun yang dia suka," ungkap Arif.
Seleksi Mandiri Transparan
Sementara terkait dengan transparansi seleksi jalur mandiri, Arief menyatakan Unpad sudah menerapkan hal itu sejak dua tahun lalu.
Menurut dia, seleksi mandiri di Unpad selalu mengedepankan kualitas akademik dari pelajar, tak hanya soal biaya. Selain itu, seleksi mandiri di Unpad juga mengedepankan Tes Potensi Skolastik (TPS).
"Jadi Unpad itu di mandirinya hanya tes skolastik saja. Sudah dua tahun, jadi kalau ditanya apakah ada perubahan kurikulum, ah enggak. [Seleksi] Mandiri Unpad sudah begitu dan sudah sesuai dengan persiapan yang Unpad lakukan," ujar Arif.
Dengan begitu, Unpad tak akan melakukan perubahan dalam kurikulum seleksi jalur mandiri. Tahapan proses seleksi pun dilakukan transparan dan dana yang masuk selalu diaudit dengan baik.
"Prinsipnya, sih, kami menyambut baik kebijakannya. Jadi prinsipnya Unpad punya sudah menjalankan itu, jadi tidak ada sesuatu yang berbeda dan semua tetap berjalan. Dan [seleksi] mandiri dijalankan betul-betul, tetap memperhatikan kualitas akademik," kata dia.
Dalam aturan seleksi mandiri yang dirilis Mendikbud Nadiem Makarim, kampus wajib memberikan pengumuman sebelum seleksi digelar, utamanya soal kuota dan biaya yang harus dibayar jika diterima.
Setelah seleksi, kampus juga wajib mengumumkan berapa kuota yang terpenuhi dan tersisa dan memberi masa sanggah 5 hari kerja setelah pengumuman seleksi.
