Respons Wamenko Pangan Soal 3 Staf Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak KKB

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menjawab pertanyaan wartawan dalam kunjungan kerjanya ke SDN 5 Pedungan, Denpasar, Kamis (10/9). Foto: Dok. Sandra Gisela
zoom-in-whitePerbesar
Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menjawab pertanyaan wartawan dalam kunjungan kerjanya ke SDN 5 Pedungan, Denpasar, Kamis (10/9). Foto: Dok. Sandra Gisela

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, merespons penembakan terhadap tiga staf perempuan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Ketiganya meninggal dunia setelah ditembak pada Rabu (9/9) siang.

Hanif mengaku belum mendengar kabar tersebut. Namun, dia meyakini aparat keamanan di lokasi telah melakukan pengamanan secara maksimal.

"Demikian sangat luasnya pulau itu, sehingga kita semua diminta untuk saling waspada dalam bekerja dan kemudian tentu intensitas pengamanan terus ditingkatkan oleh pemerintah," kata Hanif saat merespons pertanyaan wartawan di sela kunjungannya di SDN 5 Pedungan, Denpasar, Kamis (10/9).

Hanif mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai langkah penanganan dan antisipasi terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Upaya tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan masyarakat di berbagai wilayah.

"Tidak kurang-kurang pemerintah sekarang terus melakukan beberapa penanganan seperti itu, baik preventif, persuasif, maupun represif. Jadi langkah-langkah itu terus beriringan untuk menjamin kita semua aman di semua tempat," jelasnya.

Sebelumnya, tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9).

Hingga kini, petugas masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan kelompok yang terlibat dalam penembakan tersebut.

"Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/9).