Restu Megawati dan Majunya Gibran Rakabuming di Pilwalkot Solo

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gibran Rakabuming Raka, tampak ngobrol santai bersama salah satu Kadett DPC PDIP Kota Solo Ginda Ferachtriawan sebelum dipanggil Fit and Proper test. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gibran Rakabuming Raka, tampak ngobrol santai bersama salah satu Kadett DPC PDIP Kota Solo Ginda Ferachtriawan sebelum dipanggil Fit and Proper test. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan

Atas restu Megawati Soekarnoputri, Gibran Rakabuming Raka mantap mengikuti jejak ayahnya, Joko Widodo, untuk mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Solo. Restu PDIP disampaikan oleh Puan Maharani, disaksikan langsung oleh Megawati.

"[Cawalkot] Surakarta, Gibran Rakabuming Raka (Cawalkot) dengan Teguh Prakosa (Anggota DPRD Solo, cawali walkot)," ujar Puan Maharani lewat pesan virtual yang disampaikan dari kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat (17/7).

Calon Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka meninggalkan kantor DPC PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7). Foto: Afiati Tsalitsati-kumparan

Usai resmi diusung, Gibran mengaku akan langsung tancap gas bekerja sesuai arahan Ketua DPC PDIP Solo, Fx Hadi Rudyatmo. Gibran optimistis bisa melampaui target yang dilontarkan Rudy agar PDIP menang lebih dari 61 persen di Pilwalkot Solo.

"Bisa mencapai (target 61 persen). Mungkin malah lebih, optimis," ucap Gibran.

embed from external kumparan

Gibran Rakabuming sempat menolak dinasti politik

Jika mengingat memori pada 2018, Gibran sempat mengaku tidak tertarik terjun ke dunia politik. Menurut Gibran, tidak mungkin ayahnya membentuk dinasti politik lantaran Jokowi tidak memiliki partai.

“Dinasti apa? Bapak saja enggak punya partai, kok pengin [bikin] dinasti,” ujar Gibran di Jakarta Pusat, 11 Maret 2018.

Enggak ada dinasti. Kasian rakyatnya kalau ada dinasti. Sekolahnya juga bukan sekolah politik, bukan bidangnya.

Gibran Rakabuming, 11 Maret 2018

Gibran dan Rudy Hadyatmo di DPD PDIP Jateng. Foto: Istimewa

Setahun berselang, Gibran bermanuver. Pemilik katering Chilli Pari dan Markobar ini mendaftarkan diri menjadi kader PDIP. Jauh-jauh hari sebelum mengantongi rekomendasi, ia sudah sowan ke banyak tempat, termasuk ke Megawati --mendaftarkan diri di DPP.

Gibran berterima kasih kepada Megawati yang telah merekomendasikan dirinya maju di Pilwalkot Solo. Menurutnya, rekomendasi tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk bisa memenangkan kontestasi.

"Saya bersyukur dan menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Ketua Umum Megawati atas rekomendasi yang diamanahkan kepada saya untuk jadi calon Wali Kota Surakarta, yang diusung PDIP pada Pilkada Surakarta 2020," kata Gibran.

Gibran bersama Tim Komunikasi dan Medsos, Rudy Hadyatmo, dan Teguh Prakosa di DPD PDIP Jateng. Foto: Istimewa
Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan bakal calon Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa di kantor DPC PDIP Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7). Foto: Mohammad Ayudha-ANTARA FOTO

Wakil Wali Kota Solo Batal Mencalonkan Diri

Dengan keputusan Megawati ini, maka Achmad Purnomo, Wakil Wali Kota Solo yang semula diusung DPC PDIP Solo, harus mundur sebagai calon. Sebab, pengusungan Gibran-Teguh sudah disampaikan Jokowi kepadanya sejak jauh-jauh hari.

Purnomo bahkan mengaku diundang langsung oleh Jokowi di Istana Kepresidenan bersama Fx Rudy. Dalam pertemuan itu, Jokowi memberi tahu keputusan tersebut, dan tetap meminta Purnomo membantu putranya.

Bakal Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dan Achmad Purnomo di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (10/2). Foto: Dok. PDIP
Bakal Calon Wali Kota Solo, Achmad Purnomo saat temu media di Panti Marhaen DPD PDIP Jateng. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan

"Intinya Pak Jokowi mohon dibantu untuk memimpin Solo, saran-sarannya karena saya sudah senior," ujar Achmad Purnomo.

"Kalau dimintai, ya, siapa saja yang minta saran, ya kita rembug tho," lanjut dia.

Teguh Prakosa sebelumnya juga telah mendaftarkan diri di Pilwalkot Solo 2020 sebagai bakal calon wakil wali kota bersama Achmad Purnomo. Keduanya diusung langsung oleh DPC PDIP Solo.

Bersamaan dengan itu, Gibran rupanya juga berminat mengikuti Pilkada Solo, meski belum 3 tahun menjadi kader PDIP. Di tengah-tengah proses itulah, Achmad Purnomo menyatakan mundur.

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi putranya Gibran Rakabuming (kanan) menyalami warga di depan Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/10). Foto: ANTARA FOTO/Rachman

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, memaparkan alasan 'mengawinkan' Gibran dan Teguh di Pilwalkot Solo.

"Jadi pendamping Mas Gibran ini namanya Teguh Prakosa. Teguh itu kan kokoh, Prakosa itu kuat. Jadi keduanya saling memperkuat untuk kepentingan rakyat," beber Hasto.

Gibran-Teguh hampir dipastikan menjadi satu-satunya pasangan calon yang diusung parpol. Sejauh ini, baru ada penantang Gibran yang maju dari jalur independen atau perseorangan, yaitu pasangan Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo). Itu pun tidak memenuhi syarat jalur independen.

Pasangan Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo) di Pilwalkot Solo. Foto: kumparan

KPU Solo sudah melakukan verifikasi faktual (verfak) berkas syarat dukungan bakal pasangan Bajo pada 28 Juni-11 Juli 2020. Hasilnya, sekitar 7.241 syarat dukungan Bajo dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) lantaran belum memenuhi pengumpulan e-KTP pendukung.

KPU memberi waktu perbaikan dukungan hingga 27 Juli 2020. Tim Bajo harus bisa mengumpulkan dua kali lipat jumlah pendukung tersebut.

Megawati Soekarnoputri ketika memberikan pengarahan usai pengumuman calon kepala daerah di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu (19/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ambisi Megawati

Ketika memberikan arahan dalam pemberian rekomendasi bagi 45 calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada 2020, Megawati berpesan untuk meraih kemenangan besar. Megawati menginginkan kerja keras ini bisa dipertahankan hingga Pemilu 2024.

"Sebenarnya perjuangan ini bukan sampai di sini saja, kita masih punya kerja keras yang harus kita laksanakan yaitu adalah Pemilu dan Pilkada 2024," kata Megawati.

"Tidak bisa kita hanya berleha-leha saja. Oh, sudah ada rekomendasi di tangan saya, tidak bisa. Sepenuhnya harus terus dilakukan dengan kerja keras," lanjut dia.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

****

Saksikan video menarik di bawah ini: