Reynhard Sinaga Pernah Ungkap "Ramuan Ilmu Hitam" untuk Bius Korbannya

7 Januari 2020 9:58
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Reynhard Sinaga Pernah Ungkap "Ramuan Ilmu Hitam" untuk Bius Korbannya (155332)
zoom-in-whitePerbesar
Reynhard Sinaga. Foto: Instagram
Kasus perkosaan puluhan hingga ratusan pria di Manchester mengejutkan Inggris. Pelakunya, Reynhard Sinaga, adalah mahasiswa asal Indonesia yang membius korbannya sebelum memperkosa mereka.
ADVERTISEMENT
Dalam pengadilan, Senin (7/1), Reynhard disebut telah memperkosa 48 pria dengan 159 dakwaan. Berbagai media Inggris menyebut pria 36 tahun itu memiliki korban hingga berjumlah sekitar 200 orang selama bertahun-tahun.
Reynhard yang divonis penjara seumur hidup memancing korban ke apartemennya dan membiusnya dengan GHB (Gamma hydroxybutyrate) untuk membuat mereka tidak sadarkan diri hingga pagi.
Dalam sebuah percakapan WhatsApp pada Juli 2015, seorang kawannya mengaku kagum karena Reynhard sering berhasil mengubah pria heteroseksual menjadi homoseksual. Reynhard juga sering gonta-ganti pasangan.
"Selalu ada yang baru, F****** hell, sayangku, kau mendapatkan pria 'lurus' yang berbeda setiap pekan'," kata kawan Reynhard di WhatsApp, seperti dikutip dari media Inggris, Daily Mail.
Dalam percakapan itu, secara tidak langsung Reynhard mengungkapkan rahasianya membius para korbannya, menyebutnya "ramuan ilmu hitam". Namun komentar itu ditanggapi sebagai seloroh saja, pasalnya kawan-kawan gaynya tidak mengira Reynhard tega melakukan perkosaan.
ADVERTISEMENT
"Ramuan ilmu hitam. Manchester adalah kota ajaib. Kota untuk romansa gay, kota percintaan gay. Sesap saja racun rahasia saya. Akan membuatmu jatuh cinta. Satu tetes saja cukup," kata Reynhard.
Kasus perkosaan ini terungkap pada 2017 setelah "ramuan ilmu hitam" Reynhard gagal bekerja. Seorang korbannya yang berperawakan tinggi besar tiba-tiba sadar dan memukuli Reynhard.
Awalnya korban itu yang ditangkap polisi atas tuduhan penyerangan. Dalam penyelidikan, diketahui Reynhard memperkosa puluhan pria dan merekamnya dengan ponsel.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020