RI Bantu Pencarian Warga AS yang Hilang di Morotai Malut Selama Perang Dunia II

24 Maret 2023 17:57 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Direktur DPPA Kelly McKeague bersama Wakil Direktur Utama DPAA Fern Sumpter Winbush dan Atse Pertahanan Kedutaan AS di Jakarta, Kolonel Theodore Liebreich saat penandatanganan pada 21 Maret 2023. Foto: Kedutaan Besar Amerika Serikat
zoom-in-whitePerbesar
Direktur DPPA Kelly McKeague bersama Wakil Direktur Utama DPAA Fern Sumpter Winbush dan Atse Pertahanan Kedutaan AS di Jakarta, Kolonel Theodore Liebreich saat penandatanganan pada 21 Maret 2023. Foto: Kedutaan Besar Amerika Serikat
ADVERTISEMENT
Amerika Serikat dan pemerintah Indonesia telah menandatangani kesepakatan terkait pencarian warga AS yang hilang di Morotai, Maluku Utara, selama Perang Dunia II.
ADVERTISEMENT
Tercatat lebih dari 1.900 personel militer AS hilang dan gugur di Indonesia selama perang yang berlangsung tahun 1939-1945 itu.
Dikutip dari siaran pers Kedutaan Besar AS di Jakarta, kesepakatan kerangka kerja pencarian warga AS yang hilang ini ditandatangani pada Selasa (21/3).
Adapun pihak-pihak yang terlibat antara lain Kementerian Pertahanan RI dan Defense Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA).
DPAA merupakan badan di bawah naungan Kementerian Pertahanan AS yang memiliki peran untuk membawa pulang tentara AS yang menjadi tawanan perang atau hilang saat bertugas di negara asing.
Melalui kesepakatan yang merupakan hasil dari koordinasi kedua pihak selama bertahun-tahun itulah, DPAA dan otoritas Indonesia dapat mengadakan misi riset dan survei secara perdana di tahun ini.
ADVERTISEMENT
“Dengan penandatanganan kesepakatan ini, kami sangat bersemangat untuk memulai kerja lapangan kami di Indonesia pada bulan Juni mendatang,” kata Direktur DPAA, Kelly McKeague.
Langkah pertama yang akan diambil sehubungan dengan misi riset dan survei tersebut adalah memulai kegiatan lapangan di DPAA di Pulau Morotai, sekaligus melakukan penghitungan atas 1.900 warga AS yang hilang dan gugur di Indonesia.
Terkait keberhasilan mencapai kesepakatan itu pula, pihak DPAA pun berterima kasih kepada otoritas Indonesia atas kesediaannya untuk membantu meringankan duka keluarga para personel AS yang ditinggal, saat hilang kerabatnya menjalankan tugas.
“Kami berterima kasih kepada sejumlah lembaga pemerintahan Indonesia yang telah membantu kami memenuhi janji kami kepada anggota Tentara AS yang telah memberikan pengorbanan tertinggi bagi bangsa kami dan keluarga mereka yang telah lama mencari jawaban atas orang-orang terkasih mereka yang hilang,” ujar McKeague.
ADVERTISEMENT
Kesepakatan Kerangka Kerja DPAA-RI merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dengan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto pada 21 November 2022 lalu.
Kala itu, Prabowo dan Austin sepakat menyatakan dukungan kuat masing-masing negara terhadap misi kemanusiaan DPAA di wilayah Indonesia.