Ribut Mahasiswa vs Warga di Pondok Gede Akibat Pembacokan

27 Agustus 2024 19:29 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
ADVERTISEMENT
Mahasiswa yang terhimpun dalam Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia bentrok dengan warga usai salah satu anggotanya dibacok. Kejadian terjadi di Gang Mundu, Lubang Buaya, Jakarta Timur pada Senin (26/8) malam.
ADVERTISEMENT
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary, memberi penjelasan terkait kejadian ini. Peristiwa ini berawal dari salah satu mahasiswa berinisial SS dibacok tanpa sebab.
Ade menjelaskan, kejadian bermula saat SS beserta dua temannya, PAB dan MHP, sedang mencari makan di sekitaran Gang Mundu, Jalan Raya Pondok Gede.
“Tiba-tiba ada sekitar 2 orang yang tidak dikenal secara spontan mengejar dan menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis celurit, lalu korban terkena sabetan senjata tajam,” terang Ade dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/8).
Ilustrasi Pembacokan Foto: Andina Dwi Utari/kumparan
Korban SS mengalami luka robek di bahu sebelah kanannya. Pelaku pembacokan kemudian melarikan diri ke dalam Gang Mundu. Sementara, kedua PAB dan MHP langsung memboyong SS ke Rumah Sakit Ridwan Meureksa.
ADVERTISEMENT
PAB dan MHP kemudian membawa mahasiswa PMII asal Maluku yang sedang menginap di mess asrama haji, Pondok Gede sebanyak kurang lebih 100 orang ke Gang Mundu.
Mereka menyerang balik Gang Mundu tanpa mengetahui siapa pelaku pembacokan tersebut.
“(Para mahasiswa) membakar satu buah sepeda motor jenis honda Scoopy yang terparkir di Tabloid Wanita areal pintu masuk MNC TV atau PT. CTPI bersebelahan dengan Roti Bakar Edy,” jelas Ade.
Setelah kejadian, para polisi dari Samapta Polres dan Piket Fungsi Polres bersiaga menjaga pintu Asrama Haji. Kasus ini sekarang ditangani Polsek Metro Makassar.