Ribut Suporter Juga Terjadi di Tugu Yogya, Warung Kopi Jadi Sasaran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Jalan Gejayan, Sleman usai gesekan antara rombongan suporter diduga dari Solo dengan warga. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Jalan Gejayan, Sleman usai gesekan antara rombongan suporter diduga dari Solo dengan warga. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Keributan suporter yang diduga dari Solo tak hanya terjadi di Jalan Gejayan dan Jombor, Sleman. Keributan sempat terjadi di Tugu Pal Putih atau Tugu Yogyakarta pada Senin (25/7) siang.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharjo mengatakan, rombongan suporter itu datang ke simpang Tugu Yogyakarta dengan mengendarai sepeda motor.

"Kemungkinan (diduga dari Solo) saya belum jelas itu, karena baru terjadi masih dalam proses penyelidikan kemungkinan dari suporter. Akan ke Magelang, pada saat melewati Tugu ada beberapa orang mungkin merangsek masuk ke salah satu warung kopi. Terus melakukan provokasi. Tidak ada korban jiwa," kata Timbul.

kumparan post embed

Dia mengatakan, oknum diduga suporter itu masuk ke warung kopi. Di sana, ada beberapa barang yang pecah. Tapi keributan tidak berlangsung lama.

"Merangsek masuk (warung) mungkin ada beberapa yang pecah," katanya.

"Oknum suporter dari arah timur pas lampu merah (Tugu), turun action cari perhatian langsung pergi lagi," katanya.

Aksi dari rombongan itu sempat membuat warga tak terima. Gesekan sempat terjadi, tetapi tak berlangsung lama.

"Ada warga yang enggak terima. Lalu sedikit clash tapi kalau kontak fisik enggak ada," katanya.

Kasubbag Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharja. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Setelah itu, rombongan kemudian pergi ke arah utara untuk ke Magelang. "Ke arah Magelang," katanya.

Timbul belum bisa memastikan apakah rombongan di Tugu ini sama dengan rombongan suporter yang ribut di Jalan Gejayan ataupun Jombor.

"Kurang tahu. Banyak rombongan, (jadi) enggak jelas," tutup dia.