Ridwan Kamil: COVID-19 Tidak Akan Hilang dalam Hidup Kita, Dugaan Saya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat jumpa pers virtual terkait distribusi vaksin dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (4/8/2021). Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat jumpa pers virtual terkait distribusi vaksin dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (4/8/2021). Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau akrab disapa Emil menduga virus corona tak akan pernah hilang. Namun, vaksinasi harus tetap dipercepat sehingga tak ada lagi kedaruratan ekonomi.

Diharapkan, target vaksinasi di Jabar dapat rampung pada bulan Desember mendatang.

"Karena COVID-19 tidak akan hilang dalam hidup kita, dugaan saya. Tapi kita tidak lagi dalam kecemasan dalam skala pandemi, tidak lagi dalam kedaruratan yang membuat kita susah ekonomi, yang ada adalah semua usaha boleh buka, sekolah boleh buka tapi tetap pakai masker, tetap 5M," kata dia di GOR Saparua, Kota Bandung, Jumat (13/8).

Emil mengakui vaksinasi untuk warga Jabar cukup sulit sebab jumlah penduduknya yang tinggi. Dia pun berharap pemerintah di tingkat pusat dapat menyediakan 15 juta dosis vaksin tiap bulan agar target vaksinasi bisa segera tercapai.

Sementara itu, berdasarkan data terkini, angka vaksinasi di Jabar sudah mencapai 150 ribu tiap harinya.

Menurut dia, jika angka vaksinasi di sebuah wilayah tinggi, maka tingkat kematian atau fatalitas penularan virusnya pun cenderung rendah.

"Kemudian tadi se-Jabar sudah naik tiga kali lipat dari yang rata-rata 50 ribu sekarang sudah 150 ribu, nah kita mendapati daerah yang rendah itu kematiannya tinggi. Vaksin yang tinggi kayak Kota Bandung nih tertinggi pencapaiannya, itu kematiannya rendah sekali," ucap dia.

"Kita akan motivasi yang disebutkan daerah-daerah untuk mengejar target 400 ribu itu merata," ujar dia.

embed from external kumparan