News
·
3 Juli 2019 18:25

Ridwan Kamil Gunakan Motor Listrik Pabrikan Lokal untuk Berdinas

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ridwan Kamil Gunakan Motor Listrik Pabrikan Lokal untuk Berdinas (25278)
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menaiki motor listrik. Foto: Dok. Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memastikan telah membeli satu unit sepeda motor jenis trail, tipe standar yang bertenaga listrik seharga Rp 40 juta. Motor tersebut merupakan pabrikan dalam negeri yang akan digunakan sebagai kendaraan dinasnya.
ADVERTISEMENT
"Ini inovasi anak bangsa, motor listrik yang sudah siap di pasaran. Saya beli satu harganya Rp 40 juta untuk dijadikan motor dinas," kata pria yang akrab disapa Emil itu melalui keterangannya, Rabu (3/7).
Emil menuturkan, kendaraan barunya itu ramah lingkungan. Menurut dia, motor tersebut bisa menempuh jarak sejauh 80 kilometer untuk satu kali pengisian daya listrik selama satu jam.
Usai menjajal kendaraan barunya di halaman Gedung Pakuan, Emil lantas mencoba mengendarainya keliling Kota Bandung.
"Ke Dago mau coba," ujar dia.
Ridwan Kamil Gunakan Motor Listrik Pabrikan Lokal untuk Berdinas (25279)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mengendarai Motor Listrik Karya Anak Bangsa. Foto: Dok. Humas Pemprov Jabar
Emil menyebut, motor tersebut akan segera dihibahkan ke masjid-masjid di Jabar mulai bulan September mendatang. Nantinya, motor itu akan dikelola oleh DKM masjid untuk usaha dan menjalankan program pemerintah. Adapun pada tahap pertama, akan dihibahkan 60 unit motor.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Emil menuturkan, motor ramah lingkungan itu sudah siap dijual ke pasar. Sebab, kata dia, minat masyarakat akan bergeser dari motor berbahan bakar BBM ke motor listrik. Saat ini, motor tanpa knalpot itu telah diproduksi massal oleh pabrik lokal, PT Arindo Pratama.
Ridwan Kamil Gunakan Motor Listrik Pabrikan Lokal untuk Berdinas (25280)
Motor Listrik Karya Anak Bangsa yang di gunakan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Foto: Dok. Humas Pemprov Jabar
Sumbangan hibah sepeda motor listrik ini ke desa-desa, akan digunakan untuk keperluan mengirim sembako hingga hasil pertanian.
"Seperti mengirim sembako dari Bulog kepada warga atau usaha apapun. Nanti bagi hasil pihak swastanya mendapatkan fee dari kegiatan, masjidnya mendapatkan pendapatan tanpa harus membeli motor," jelas dia.