Ridwan Kamil Mantap Gabung Parpol Tahun Depan: Sedang Istikharah, Mohon Doanya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ridwan Kamil saat berkunjung ke DPP PPP.  Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ridwan Kamil saat berkunjung ke DPP PPP. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah memantapkan niatnya untuk bergabung dengan partai politik. Ridwan Kamil menyebut, pada 2022 dirinya akan masuk parpol.

"Jadi saya mau Istikharah, tahun depan mau masuk partai. Sedang Istikharah. Mohon doanya saja," kata Ridwan Kamil ketika hadir dalam pembukaan pameran 'Jabar Motekar' di JNM, Yogyakarta, Rabu (1/12) malam.

Terkait dengan parpol yang akan ia tuju, pria yang akrab disapa Emil itu belum mau memberikan bocoran. Namun, ia mengatakan keputusannya untuk bergabung dengan parpol adalah berkaitan dengan Pilpres 2024.

"Saya sudah haqul yakin, independent kalau di level nasional tidak mungkin," ucap Emil.

kumparan post embed

Eks Wali Kota Bandung itu kemudian memberikan tanggapan terkait namanya yang selalu masuk dalam bursa capres potensial. Nama Emil selalu berada di urutan empat besar bersama Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Terkait masalah survei, Emil mengatakan hasil saat ini tidak bisa dijadikan sebagai acuan karena bersifat dinamis. Oleh sebab itu, ia akan terus bekerja dengan baik di sisa masa jabatannya sebagai Gubernur Jabar.

"Jadi kalau survei itu kan naik turun, Nomor 1 di Partai NasDem, saya apresiasi. Kembali lagi dari mana dukungan itu? Akumulasi kerja kan," ucap Emil.

"Tapi kalau ngomongin survei politik terlalu jauh sekarang. Karena survei itu, cocoknya itu, relevannya itu kalau berpasangan lebih realistis. Karena kita ini bukan kontestasi individu, kita kontes berpasangan," tutur dia.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan isyarat siap diusung pada Pilpres 2024 melalui sebuah karya lukisan yang ia buat secara spontan di Jogja National Museum (JNM), Rabu (1/12). Foto: Luqman Hakim/ANTARA

Lebih lanjut, Emil mengatakan dirinya juga tidak ambil pusing mengenai masalah elektabilitasnya saat ini.

Menurutnya elektabilitas akan mengikuti dengan sendirinya berdasarkan kinerja yang telah ia lakukan.

"Setiap pemimpin itu kerja fokus, kerja serius, di dalam kerja itu ada elektoral. Jadi saya meyakini warga itu menghargai kita karena kerjanya. Tidak usah banyak pencitraan, kerja sendiri harusnya apresiasi dari warga ada pujian ada komen dan ada elektoral," tutup Emil.