Ridwan Kamil Resmikan Command Center untuk Pantau Corona di Jabar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meresmikan Command Center atau pusat kendali. Tempatnya berada di kawasan Gedung Sate.
Command Center itu menelan dana senilai Rp 5,2 miliar dan memiliki fasilitas canggih yang dioperasikan dengan tenaga IT ahli yang berasal dari Jabar Digital Service (JDS).
Menurut pria yang akrab disapa Emil tersebut, command center diresmikan untuk menjadikan Jabar sebagai provinsi yang responsif terutama dalam menanggapi isu-isu yang sedang hangat di masyarakat. Saat ini, command center digunakan untuk memantau terkait virus corona.
Sebelum diresmikan, Emil sempat berbincang dengan kepala daerah di 27 kabupaten dan kota melalui video conference dan menanyakan terkait penanganan virus corona.
"Alhamdulillah, hari ini Jabar Command Center kita resmikan, ini bisa dilihat kantor yang sangat sibuk karena Jabar ingin menjadi provinsi yang sangat responsif dan tanggap terhadap isu-isu yang sifatnya harian," kata Emil, Senin (10/3).
Di lokasi yang sama, Kadis Kominfo Jabar Setiaji mengatakan, command center memiliki banyak fungsi antara lain berkaitan dengan informasi bencana, video analytic, hingga CCTV yang digunakan untuk menghitung jumlah seperti kerumunan masyarakat. Kemudian, command center juga difungsikan untuk memantau tren di media sosial.
"Kemudian kita juga memonitor berkaitan dengan media sosial trennya seperti apa," ucap dia.
"Termasuk laporan dari kota kabupaten kita masukan ke dalam integrated system sehingga semua laporan bisa dimonitor lagi oleh masyarkat," lanjut dia.
Sementara waktu, lanjut Setiaji, command center bakal difungsikan sebagai Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar). Menurut dia, dalam command center terdapat informasi soal hoaks yang berkaitan dengan corona hingga status terkini pasien yang diduga terpapar corona.
"Di sana ada beberapa informasi mulai dari hoaks-hoaks apa saja berkaitan dengan Covid-19, terus kemudian status terkini mengenai penderita ataupun pasien Covid. Terus kemudian hal-hal lain di sana juga ada informasi mengenai berita penanganan yang sudah dilakukan," kata dia.
Saat ini, jumlah orang yang berada dalam pemantauan terkait corona ada 633 orang. Sementara, pasien dalam pengawasan atau sudah masuk rumah sakit berjumlah 53 orang yang tersebar di berbagai rumah sakit rujukan corona di Jabar.
Ada sejumlah rumah sakit rujukan di Jabar untuk menangani Covid-19. Berikut daftarnya:
- RSU Hasan Sadikin (Kota Bandung)
- RSU R. Syamsudin (Kota Sukabumi)
- RSU Slamet (Kabupaten Garut)
- RSU Kabupaten Indramayu
- RSU Gunung Jati (Kota Cirebon)
- RSU Kabupaten Bandung
- RSTP A. Rotinsulu (Kota Bandung)
