News
·
3 Agustus 2020 15:01

Ridwan Kamil Respons Tuntutan Pekerja Hiburan Malam: Kita Kaji Dulu Protokolnya

Konten ini diproduksi oleh
Ridwan Kamil Respons Tuntutan Pekerja Hiburan Malam: Kita Kaji Dulu Protokolnya (75683)
Pekerja biburan di Bandung menggelar aksi damai di depan Balai Kota Bandung, Senin (3/8). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan tanggapan soal tuntutan pengoperasian kembali tempat hiburan malam di Kota Bandung. Menurut pria yang akrab disapa Emil tersebut, pihaknya sedang mengkaji protokol kesehatan di tempat hiburan. Dia tak memberi penegasan kapan tempat hiburan diizinkan dibuka.
ADVERTISEMENT
"Ya, jadi kita sedang melakukan kajian dulu karena COVID ini banyak beredarnya di ruang-ruang yang pengap, yang aliran udaranya tidak ada jendela. Nah, memang hiburan malam rata-rata seperti itu, AC-nya sentral, orang ngobrolnya banyak terus kalau karaoke dia nyanyi-nyanyi kan sehingga protokol itu sedang kita siapkan," kata dia di Makodam III Siliwangi, Bandung, Senin (3/8).
Mengenai para pekerja hiburan malam yang terkena dampak, Emil mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan bantuan sosial atau bansos. Terdapat kuota sekitar 20 persen dari yang sudah terdaftar bansos. Diharapkan, mereka bisa terakomodir dalam angka 20 persen itu.
"Jadi kalau mereka belum dapat maka mereka bisa mendapat akses di teori yang 20 persen untuk mengakomodasi mereka yang tidak terdaftar di tahap pertama, jadi saran saya nanti Pak Sekda bisa koordinasi," ucap dia.
ADVERTISEMENT
"Jawabannya hanya dua, sebelum ada keyakinan bahwa itu aman, memang kita tidak mau ambil risiko. Kalau kompensasi ekonominya tentunya survival secara bantuan pemerintah bisa kita siapkan dan memang sudah kita siapkan," lanjut dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Bandung Kenny Dewi Kaniasari, mengatakan, Pemkot bakal menjalin komunikasi dulu dengan para pekerja hiburan malam untuk menemukan solusi terbaik. Bagaimanapun, dia menilai kesehatan warga lain harus menjadi prioritas.
Sejauh ini, Kenny menambahkan, sudah memantau ke 80 tempat usaha yang ada di Bandung. Hasilnya mereka sudah dinyatakan siap untuk menerapkan protokol. Akan tetapi, tak ada jaminan protokol kesehatan itu secara disiplin diterapkan, mengingat intensifnya interaksi di tempat hiburan malam.
"Secara umum seperti itu, hanya belum ada jaminan pada saat nanti untuk konsistensi, kan tahu sendiri di tempat hiburan macam karaoke, meskipun sudah dipakai silang tempat duduknya, siapa yang akan menjamin kalau mereka akan tetap jaga jarak," papar dia.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Kenny mengakui, tempat hiburan di Bandung memberi kontribusi signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Namun perlu dilakukan dialog dulu dengan para pekerja hiburan malam agar ditemukan solusi terbaik.
"Tempat hiburan ini memberikan kontribusi untuk tempat hiburan juga, jadi PAD untuk sektor pariwisata kita memberikan kontribusi hampir 34 persen PAD, nah salah satunya itu memang dari tempat hiburan," kata dia.