Ridwan Kamil soal Usulan Lockdown: Kami Ikut Pusat, tapi Anggaran Sudah Tak Ada

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, meninjau ketersediaan tempat tidur pasien COVID-19 di RSUP Dr. Hasan Sadikin pada Sabtu (12/6) malam. Foto: Dok. Pemprov Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, meninjau ketersediaan tempat tidur pasien COVID-19 di RSUP Dr. Hasan Sadikin pada Sabtu (12/6) malam. Foto: Dok. Pemprov Jabar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan tanggapan mengenai usulan lockdown yang belakangan ini terus mencuat. Ridwan Kamil menegaskan, Satgas COVID-19 Jabar akan mengikuti apa pun arahan dari pemerintah pusat.

"Lockdown itu pada dasarnya kami akan mengikuti arahan dari pemerintah pusat," kata pria yang akrab disapa Emil itu melalui keterangannya di Gedung Pakuan Bandung, Senin (21/6).

Namun, Emil mengaku heran dengan istilah lockdown yang disematkan. Sebab, Indonesia tak menggunakan istilah lockdown melainkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

embed from external kumparan

Jika nantinya kembali diberlakukan PSBB, dia menilai pemerintah pusat harus menyiapkan kebutuhan logistik bagi warganya.

"Saya juga bingung kenapa dihidupkan lagi istilah lockdown karena dulu disepakati yang namanya lockdown itu bahasa Indonesianya adalah PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar," ucap Emil.

"Dan kami dari Jabar anggaran memang sudah tidak ada, jadi kalaupun itu diadakan, maka dukungan logistik dari pusat harus betul sudah siap baru kami akan terapkan di Jabar," tutup Emil.

kumparan post embed

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan PB IDI Prof Dr dr Zubairi Djoerban, SpPD(K) meminta Indonesia agar melakukan lockdown. Ia menyarankan ini dilakukan selama dua pekan.

Menurut Zubairi, lockdown adalah langkah tepat untuk memperlambat penyebaran corona dan membuat situasi fasilitas kesehatan lebih stabil. Sehingga tak lebih banyak nyawa hilang akibat COVID-19