Rishi Sunak Tiba di Israel, Peringatkan soal Eskalasi Konflik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Inggris yang baru Rishi Sunak melambai di luar Jalan Downing Nomor 10, di London, Inggris, Selasa (25/10/2022). Foto: Peter Nicholls/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Inggris yang baru Rishi Sunak melambai di luar Jalan Downing Nomor 10, di London, Inggris, Selasa (25/10/2022). Foto: Peter Nicholls/REUTERS

Perdana Menteri (PM) Inggris Rishi Sunak mendarat di Israel pada Kamis (19/10). Ia dijadwalkan bertemu PM Benjamin Netanyahu dan Presidien Isaac Herzog.

Kantor PM Inggris menyatakan, Sunak akan menyampaikan duka atas korban yang jatuh pada perang Israel-Hamas. Dia juga bakal memperingatkan pemimpin Israel soal eskalasi konflik di Timur Tengah.

"Setiap kematian warga sipil adalah tragedi. Dan banyak yang terenggut akibat serangan dari Hamas," ucap Sunak sebelum berangkat ke Israel seperti dikutip dari Reuters.

video youtube embed

"Serangan mematikan di rumah sakit yang menewaskan ratusan warga Palestina adalah momen penting bagi pemimpin wilayah ini dan seluruh dunia untuk bersama-sama bersatu demi menghindari eskalasi berbahaya dari konflik," sambung dia.

Sunak akan pula meminta agar rute kemanusiaan dibuka untuk membantu warga Gaza. Warga Inggris di Gaza turut diminta untuk segera meninggalkan Gaza.

Pada Rabu (18/10) jubir Sunak mengatakan ada tujuh warga Inggris terbunuh pada perang Hamas-Israel. Sembilan lainnya masih hilang.

Sebelum Sunak pemimpin negara Barat yang sudah melawat ke Israel adalah Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Dia berjanji bahwa AS akan terus membantu Israel. Biden turut berkomitmen membuka bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina terdampak perang.

Inggris Sekutu Terkuat Israel

Inggris memang salah satu terkuat Israel dan tak bisa dipisahkan dari pendudukan tanah Palestina. Pada 1917 semasa Perang Dunia I, Inggris merilis Deklarasi Balfour yang berisi dukungan bagi pembentukan sebuah "kediaman nasional bagi bangsa Yahudi" di Palestina.

Wilayah Palestina-Israel dari Masa ke Masa. Foto: kumparan

Kebijakan Inggris itu membuat tanah Palestina dicaplok oleh kelompok Yahudi berpaham Zionisme yang kemudian menamakan diri negara Israel. Penjajahan dengan sistem pemukiman ilegal ini (settler colonialism) tersebut kemudian memicu konflik Palestina-Israel lebih 7 dekade.

Indonesia sebagai pendukung kemerdekaan Palestina, menegaskan akar konflik tersebut adalah pendudukan wilayah Palestina oleh Israel — dan harus segera diselesaikan sesuai dengan parameter yang sudah disepakati Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

kumparan post embed