News
·
12 Februari 2021 21:02

Rizal Ramli soal GAR ITB Laporkan Din: Norak Abis, Banyak Gaul sama Intel Melayu

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Rizal Ramli soal GAR ITB Laporkan Din: Norak Abis, Banyak Gaul sama Intel Melayu (15383)
searchPerbesar
Rizal Ramli di Gedung KPK, Jumat (19/7). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Rizal Ramli ikut buka suara terkait langkah Gerakan Anti Radikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) yang melaporkan Din Syamsuddin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Din dilaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik dengan tuduhan radikalisme.
ADVERTISEMENT
GAR ITB melaporkan Din Syamsuddin sebanyak dua kali. Pertama pada 28 Oktober 2020 dan tertera dalam surat nomor 05/Lap/GAR-ITB/X/2020. Kedua, pada 28 Januari 2021 dan tertuang dalam nomor 10/Srt/GAR-ITB/I/2021.
Eks Menko Maritim mengaku heran dengan langkah yang dilakukan oleh GAR ITB. Sebab ITB sendiri sudah banyak menghasilkan banyak tokoh nasional, pemikir besar hingga engineer hebat. Mulai dari Soekarno, Habibie, Rooseno, Sutami dan lainnya.
"Eh ternyata sebagian kecil alumninya berpikiran cupet, terlalu banyak bergaul dengan intel melayu, jadi organ surveillance swasta, menjadi pengawas tokoh-tokoh yang dicap kekuasaan sebagai ekstremis," kata Rizal Ramli dalam keterangannya, Jumat (12/2).
"Dulu Soekarno dan kawan-kawan juga dicap ekstremis oleh Belanda dan antek-antek-nya," tambah dia.
Rizal Ramli soal GAR ITB Laporkan Din: Norak Abis, Banyak Gaul sama Intel Melayu (15384)
searchPerbesar
Dari kiri ke kanan: Istri Todung, Todung Mulya Lubis, Azyumardi Azra, Rizal Ramli, dan Din Syamsuddin saat di Boston, AS pada 1980. Foto: Dok. Rizal Ramli
Dirinya sudah berteman dengan Din Syamsuddin sejak lama. Rizal juga membagikan foto dirinya bersama Din ketika berada di Boston, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Sehingga Rizal Ramli tahu betul sosok Din Syamsuddin karena pertemanan mereka sampai sekarang masih terjalin dengan baik.
Lebih lanjut, Rizal mengaku tidak habis pikir dengan sikap GAR ITB. Terlebih mereka melaporkan Din ke Komisi Aparatur Sipil Negara dengan tudingan radikalisme.
''Norak abis, jadi organ quasi-intel, kerdil, cetek dan nora amat," kata Rizal.
***