RK Kunjungi SD Lokasi Kontainer Maut Kranji, Akan Bangun Pintu Samping & JPO
ยทwaktu baca 2 menit

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi lokasi kecelakaan maut truk kontainer yang menewaskan 10 orang di Kranji, Bekasi. Sebagian besar korban yang tewas merupakan siswa SDN Kota Baru II dan III yang sedang jajan atau menunggu jemputan di depan sekolah.
Kang Emil sempat menemui Kepala Sekolah SD Negeri Kota Baru II Yeti Karyati dan membicarakan sejumlah hal. Kepada Kang Emil, Yeti meminta agar Pemprov Jabar membangun pintu samping sebagai akses masuk ke sekolah.
"Termasuk [untuk] semua anak-anak saya maunya [ada] pintu samping," kata Yeti kepada Emil, Kamis (1/9).
"Iya, nanti biar bisa segera dieksekusi," jawab Emil.
Selain pintu samping, Yeti juga meminta agar Pemprov Jabar membangun JPO yang diperuntukkan sebagai tempat penyeberangan siswa. Sehingga mereka tidak perlu bertemu dengan ramainya lalu lintas, khususnya ketika kendaraan besar seperti truk melintas.
"Dan satu lagi kita minta dibuatkan JPO. Karena banyak yang dari seberang sana anak-anak itu," ungkap Yeti.
Menanggapi permintaan itu, Emil mengatakan akan segera menindaklanjuti. Ia menyebut Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk segera mengupayakan pembangunan JPO.
"Tadi ada usulan jembatan, itu tadi solusi, saya [dan] Pak Wali akan upayakan secepatnya. Sehingga yang drop enggak usah nyeberang lah melewati lalu lintas yang tidak terkontrol. Saya kira itu kita akan respons secepatnya," ujar Emil.
Selain itu, Emil sepakat dibutuhkan pengaturan lalu lintas untuk penyeberangan siswa yang ingin berangkat dan pulang sekolah.
"Jadi mungkin lewat jalan samping dulu, di-drop orang tuanya di sana, diatur sedemikian rupa. Sambil saya menitipkan kalau di rumah itu orang tua adalah guru, kalau di sekolah guru itu orang tua," ungkapnya.
"Kalau sudah begitu konsepnya, maka keselamatan lahir batin tidak hanya terjadi di dalam sekolah, tapi pada saat keluar sekolah belum ketemu keluarganya ada cara baru untuk memastikan secara visual bisa termonitor atau sampai mereka dijemput oleh orang tuanya," kata dia.
