Rocky Gerung hingga Refly Harun Dipolisikan soal Dugaan Ujaran Kebencian

1 Desember 2021 22:02
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Rocky Gerung menunjukkan buku #kamioposisi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rocky Gerung menunjukkan buku #kamioposisi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
ADVERTISEMENT
Rocky Gerung, Refly Harun, Natalius Pigai, Adi Masardi, dan Hersubeno Arief, dilaporkan ke polisi oleh Pergerakan Advokat Nusantara (Perekat Nusantara), Rabu (1/12).
ADVERTISEMENT
Kelima orang tersebut dilaporkan ke Polda Metro Jaya soal dugaan ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong.
"Jadi tadi kami sudah lapor ke SPKT Polda Metro Jaya tentang dugaan telah terjadi tindak pidana karena terjadi ujaran kebencian dan berita bohong yang timbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," jelas Koordinator Perekat Nusantara, Petrus Selestinus, kepada wartawan,
Kasus ini bermula dari sebuah konten YouTube milik Rocky Gerung saat mewawancarai Hersubuno Arief. Dalam konten tersebut diberi judul 'Campur Tangan Urusan MUI, Romo Benny Harus Mundur atau Dipecat dari BPIP'.
Refly Harun pada acara Focus Group Discussion (FGD) Konstitusi di Hotel Ashley, Jakarta, Rabu (13/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Refly Harun pada acara Focus Group Discussion (FGD) Konstitusi di Hotel Ashley, Jakarta, Rabu (13/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Konten tersebut kemudian memancing perhatian Perekat Nusantara, hingga akhirnya melaporkan Rocky Gerung dkk ke polisi.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Menurut Petrus, kelima orang tersebut perlu dipolisikan untuk dimintai keterangan sekaligus pertanggungjawaban atas ucapannya yang dinilai merupakan tindak pidana.
ADVERTISEMENT
"Kami enggak sebut mereka pelaku, tapi kami minta supaya agar arah ke peristiwa pidana itu sebagai suatu tindak pidana dan siapa pelakunya perlu lah Polri dengar dari orang-orang ini," jelas Petrus.
Natalius Pigai, Aktivis Papua Foto: Garin Gustavian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Natalius Pigai, Aktivis Papua Foto: Garin Gustavian/kumparan
Petrus mengaku sudah menyiapkan bukti-bukti terkait tuduhan yang dilayangkannya tersebut.
"(Video) YouTube wawancara media dengan Pak Hendardi dan lampiran video youtube wawancara Hersubeno Arief dengan Rocky Gerung. YouTube komentar Refly Harun dan pernyataan media online Natalius Pigai," tuturnya.
Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/6013/XII/2021/SPKT/PMJ tanggal 1 Desember 2021.
Rocky Gerung dkk dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE dan Pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Tindak Pidana Menyebarkan Berita Bohong.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·