Roket Rusia Hantam Gedung Administrasi di Mykolaiv, 12 Orang Tewas dan 33 Luka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
AKorps Ukraina menembakkan rudal peluru dengan howitzer di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina (28/3/2022). Foto: Stanislav Yurchenko/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
AKorps Ukraina menembakkan rudal peluru dengan howitzer di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina (28/3/2022). Foto: Stanislav Yurchenko/Reuters

Roket Rusia menghantam gedung administrasi regional di Kota Pelabuhan Mykolaiv, Ukraina, pada Selasa (29/3). Akibat serangan itu, 12 orang tewas dan 33 mengalami luka.

"Orang-orang yang terluka ditarik dari puing-puing oleh petugas penyelamat,yang terus bekerja di tempat kejadian," kata Layanan Darurat Ukraina dikutip dari Reuters, Rabu (30/3).

kumparan post embed

Berdasarkan rekaman dari layanan penyelamatan negara, terlihat ada lubang menganga di sisi gedung. Petugas pemadam kebakaran sibuk memadamkan kobaran api.

Selain itu, ada bercak darah terlihat di puing gedung yang langsung hancur itu. Pecahan kaca serta perabotan berserakan di sekitar lokasi.

"Ini mimpi buruk. Seorang gadis meninggal di lantai saya. Apa yang bisa saya katakan? Apakah Anda bercanda? Saya memeluknya, dua menit berlalu, dan dia berlalu," kata seorang wanita yang dibantu keluar dari gedung oleh penyelamat.

"Mereka menghancurkan separuh bangunan, menghantam kantor saya," kata Gubernur Regional, Vitaliy Kim.

Anggota Korps Ukraina menembakkan rudal peluru dengan howitzer di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina (28/3/2022). Foto: Stanislav Yurchenko/Reuters

Pasukan Rusia telah menyerang pelabuhan selatan Ukraina termasuk Kherson, Odesa, Mykolaiv dan Mariupol.

Rusia melancarkan serangan dari Laut Hitam dan membangun koridor darat dari Krimea menuju Ukraina yang direbut pada 2014.

Kim mengatakan, ada sisi positif dari serangan itu. Menurutnya, Rusia telah menyerah untuk mengambil alih Kota Mykolaiv.

Sedangkan seorang karyawan di Departemen Kesehatan setempat, Natalia Novikova, mengatakan itu situasi saat ini sangat kacau. Banyak orang ketakutan akibat serangan Rusia.

"Orang-orang semua berlari ke lorong dan beberapa masih duduk di sana karena mereka masih diam, takut. Setelah itu sirene (serangan udara) berbunyi," kata Novikova.