Romy Cecar Khofifah soal Dukungan Haris Jadi Kakanwil Kemenag Jatim

Eks Ketum PPP Romahurmuziy (Romy) mengaku diminta bantuan Ketua Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), M. Roziqi, agar membantu Haris Hasanuddin menjadi Kepala Kemenag Jawa Timur.
Roziqi merupakan mertua Haris. Selain itu, Roziqi juga menjabat tim sukses Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat Pilkada 2018.
Menurut Romy, permintaan bantuan itu pernah dikomunikasikan kepada Khofifah. Sebab, kata Romy, Roziqi membawa-bawa nama Khofifah.
"Apakah ingat, pada saat itu, saya mengonfirmasi penyampaian Pak Roziqi, beliau menitipkan Pak Haris. Dan saya konfirmasi ke Mbak Khofifah, apa sudah seizin panjenengan karena meminjam nama panjenengan?" tanya Romy ke Khofifah, yang bersaksi untuk Romy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/12).
Romy mengonfirmasi pernyataan Roziqi pada sebuah acara deklarasi pada Oktober 2018. Khofifah kemudian membantahnya lantaran saat itu belum mengenal Haris.
"Tidak, karena saya belum kenal Pak Haris, pada deklarasi awal Oktober, saya belum kenal Pak Haris. Saya juga enggak tahu ada Plt di Kanwil Kemenag Jatim," kata Khofifah.
Selain itu, Romy juga menyinggung nama pimpinan Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Kiai Asep Saifudin Chalim. Romy mengonfirmasi alasan Khofifah memenuhi permintaan Kiai Asep agar menanyakan kepadanya kapan Haris dilantik.
Menurut Khofifah, hal itu hanya kebetulan, setelah dirinya mendapat telepon dari Romy. Komunikasi terjadi pada Februari 2019. Dalam pesannya, Romy meminta Khofifah hadir dalam kampanye akbar PPP di Jawa Timur pada 10 April 2019.
Pada kesempatan itu, Khofifah kemudian menanyakan apa yang diminta oleh Kiai Asep soal pelantikan Haris.
"Kebetulan selang bermenit ketika Kiai Asep telepon, Mas Romy ber-WA, setelah saya jawab kampanye akbar, saya menyampaikan itu," ucapnya.
Dalam kasus ini, Romy didakwa menerima suap bersama eks Menag Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp 325 juta dari Haris Hasanuddin.
Selain itu, Romy juga didakwa menerima suap Rp 91,4 juta dari Muhammad Muafaq. Suap diduga terkait jual beli jabatan di lingkungan Kemenag RI.
Romy sebelumnya menyebut sejumlah nama berperan dalam kasusnya, termasuk Khofifah. Romy menyebut, Khofifah ikut merekomendasikan nama Haris sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim.
Khofifah membantah telah melakukan intervensi dalam pengangkatan Haris dari Plt Kakanwil Kemenag Jatim menjadi Kakanwil definitif. Meskipun, ia mengakui, mertua Haris, Roziqi, merupakan ketua timsesnya di Pilkada Jatim.
