Romy Keluhkan Dispenser Rutan KPK Membuatnya Diare

Mantan Ketum PPP Romahurmuziy (Romy) sempat dibantarkan penahanannya karena mengeluhkan sakit saat buang air besar, bahkan hingga mengeluarkan darah. Romy sempat dibantarkan sebanyak dua kali karena kondisi kesehatannya.
Ia menuding salah satu penyebab yang membuatnya sakit adalah kurang higienisnya dispenser air minum di rutan KPK.
"Jadi kita minta itu, kayaknya dispensernya sudah sejak didirikan KPK belum pernah dikuras. Jadi kita minta supaya dikuraslah atau diganti dispensernya," ujar Romy usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/5).
Dia mengatakan sejumlah rekan sesama tahanan KPK sempat mengeluhkan penyakit yang sama dengan dirinya. Ia menuding tak higienisnya dispenser yang digunakan menjadi musabab banyaknya tahanan menderita diare.
"Minumnya yang kemarin saya minta (untuk diganti), karena beberapa teman-teman itu bergiliran diare di sana (rutan KPK)," ucap Romy.
Terkait dua kali pembantaran penahanan, Romy menyebut penyakit yang dideritanya memang sering kali kambuh.
"Penyakitnya kan ya memang kambuhan ya, moga-moga, doakan saja sehat," kata Romy.
Sebelumnya, Romy kembali harus dibantarkan penahanannya pada 13 Mei. Pembantaran kembali dilakukan dengan pertimbangan kondisi kesehatan mantan Ketum PPP itu yang kembali menurun.
KPK sebelumnya membantarkan penahanan Romy karena harus dirawat setelah beberapa kali mengeluhkan sakit saat BAB, bahkan hingga mengeluarkan darah. Pembantaran Romy pertama dilakukan pada 2 April. Romy dirawat di RS Polri Kramat Jati.
Romy terjerat kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kemenag. Dua tersangka lainnya adalah Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.
Mantan anggota DPR itu diduga menerima suap Rp 300 juta Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin. Haris dan Muafaq menyuap Romy agar bisa duduk di jabatan tersebut. Haris dan Muafaq pun telah ditetapkan sebagai tersangka.
