RSUP Kariadi Rawat 1 Pasien yang Alami Gejala Virus Corona Usai Pulang Umrah

RSUP dr Kariadi Semarang kembali memeriksa 7 pasien yang baru saja berpergian dari luar negeri, Selasa (3/3). Sebanyak 6 di antaranya telah dipulangkan dan tinggal menyisakan satu pasien yang masih diperiksa dengan gejala virus corona.
“Beberapa di antaranya datang ke sini, ada yang dari Korea, pekerja kapal, dan pulang umrah,” kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi, dr Agoes Oerip Poerwoko, ditemui di RSUP dr Kariadi, Semarang, Jawa Tengah.
Agoes mengatakan, satu pasien tersisa masih berada di IGD. Pasien itu baru saja pulang dari ibadah umrah.
"Yang riwayat pulang umrah (masih diperiksa)," jelas Agoes.
Agoes menjelaskan, ke tujuh orang ini semuanya berjenis kelamin laki-laki. Rata-rata dari mereka berusia di atas 60 tahun.
Menurut Agoes, 6 orang dipulangkan setelah hasil pemeriksaan tidak ditemukan gejala virus corona. Sedangkan, satu yang masih di RSUP dr Kariadi mengalami gejala virus corona, seperti flu dan demam.
“Yang dirawat ini karena ada flu dan demam tapi tidak mengalami sesak napas berat,” ungkapnya
Agoes memastikan kondisi rumah sakit tetap berjalan normal. Pihak RSUP dr Kariadi juga telah siap mengantisipasi virus corona.
“Untuk seluruh warga Rumah Sakit, ya, kita gencarkan edukasi. Jadi tidak ada peningkatan. Kariadi sudah siap karena sejak awal juga sudah dilakukan simulasi penanganan bila ada pasien corona,” katanya.
Agoes mengatakan, RSUP dr Kariadi telah menyiapkan ruang isolasi dengan menggunakan kamar yang ada di lantai 6A dan 6B Gedung Rajawali.
“Bila nanti terjadi outbreak (wabah), dua lantai tersebut sepenuhnya dijadikan ruang isolasi,” katanya.
Menurut Agoes, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah menginstruksikan penambahan fasilitas penanganan virus corona. Ganjar telah berkoordinasi dengan RSUP dr Kariadi dan 10 rumah sakit yang dijadikan rujukan penanganan virus corona.
“Gubernur akan mengusahakan penambahan fasilitas. Itu intinya, tapi secara umum SDM dan Sarpras termasuk APD dan Masker kita masih aman,” kata dia.
Sebelumnya, RSUP Kariadi juga sempat memeriksa dan merawat pasien suspect virus corona. Namun pasien itu akhirnya meninggal dunia sebelum hasil tes kesehatan keluar.
Namun, Kemenkes menegaskan pasien itu meninggal bukan karena virus corona. Melainkan karena virus H1N1 atau flu babi.
