Rumah Baru ASEAN di Jakarta: Dingin walau Tanpa AC

Presiden Joko Widodo baru meresmikan Gedung Sekretariat ASEAN baru yang letaknya di Jalan Sisimangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Rumah baru ASEAN akan menjadi pusat tempat kegiatan negara-negara anggota organisasi multilateral tersebut, mulai dari pertemuan hingga rapat antarnegara. Masing-masing negara anggotanya, juga diberikan satu ruangan yang diperuntukan untuk ruang kerja.
“Gedung baru terdiri dari 2 menara yang masing-masing terdiri dari 16 lantai. Luas bangunannya mencapai 49.993 meter persegi dan Dibangun di atas lahan seluas 11.396 meter persegi,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat memberikan sambutan di acara peresmian Gedung Baru Sekretariat ASEAN, Kamis (8/8).
“Bangunan baru siap digunakan sebagai rumah baru ASEAN,” ujar Retno.
Retno menjelaskan bahwa konsep yang ingin diangkat dan ditonjolkan dalam rumah baru adalah dialog.
“Konsep dari pembangunan gedung adalah dialog, dialog merupakan DNA dan budaya dari ASEAN,” ujar Retno.
“Konsep dialog ditunjukkan diantaranya lewat jembatan penghubung sepanjang 40.5 meter yang menyambungkan 2 menara, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Indonesia yang tidak memiliki penyangga,” kata Retno.
Yang unik dari rumah baru ASEAN ini, menurut Retno adalah sejumlah ruangan yang tidak menggunakan pendingin. Hal ini dikarenakan, sekretariat ASEAN mengangkat konsep green building.
“Gedung baru ASEC (ASEAN Secretariat) adalah bangunan modern yang menjunjung konsep green, suhu udara dalam bangunan ini diatur 25 derajat sehingga anda tidak akan merasa kepanasan dalam bangunan ini,” kata Retno.
“Seperti yang anda lihat pagi tadi, tidak ada AC di lobynya,” ujar Retno.
Retno berharap rumah baru yang terdiri dari 30 ruangan rapat ini bisa mengakomodasi kegiatan ASEAN dan membawa dampak positif untuk Indonesia.
“Dengan segala fitur ini harapan kita adalah ASEC tidak hanya menjadi bangunan semata tapi membawa energi baru dan inspirasi,” ujar Retno.
