Rumah Dinas Tergenang Lumpur Banjir Bandang, Bupati Luwu Utara Mengungsi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.  Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. Foto: Istimewa

Ratusan rumah tergenang air bercampur lumpur akibat bencana alam banjir bandang di enam kecamatan, salah satunya yang terparah di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (13/7) lalu.

Dari ratusan rumah itu, ternyata termasuk rumah dinas Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. Akibatnya, Indah juga ikut mengungsi.

kumparan post embed

"Saya ikut mengungsi, karena rujab (rumah jabatan atau rumah dinas) juga dimasuki air campur lumpur," kata Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Jumat (17/7).

Indah menceritakan karena saat ini rumahnya tersebut tidak layak dihuni atau ditinggali, dia bersama keluarganya terpaksa harus ikut mengungsi juga, seperti masyarakat lainnya.

Warga korban banjir bandang menjemur baju di lokasi pengungsian di Perbukitan Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7). Foto: Abriawan Abhe ANTARA FOTO

Hanya saja, Bupati Indah tidak mengungsi di tempat pengungsian yang disediakan bersama masyarakat lainnya. Bupati Indah mengungsi di rumah salah satu aparat pemerintah.

"Saya mengungsi di rumah aparat pemerintah, yang kebetulan tidak terlalu jauh juga. Kebetulan di sana juga relatif aman," ucap Indah.

Anak-anak korban banjir bandang memilih pakaian layak pakai saat mengungsi di kawasan kantor Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7). Foto: Abriawan Abhe/ANTARA FOTO

Berdasarkan laporan hasil OPS SAR hingga Kamis 16 Juli 2020 pukul 14.30 WITA, warga yang menjadi korban banjir bandang itu tercatat sebanyak 1.590 orang. Rinciannya, terluka atau sakit sebanyak 1.542 orang, meninggal dunia sebanyak 32 orang dan dalam pencarian sebanyak 16 orang.

Data Korban Banjir Bandang Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan yang Meninggal

1. Gandi (L/35) Pontanden -> RS Andi Jemma

2. Askar (L/49) Pontanden -> RS Andi Jemma

3. Nahmu (L/47) Radda -> RS Hikmah

4. Dra. St. Wahyu (P/63) Sapek -> RS Andi Jemma

5. Sabarina (P/56) Pontanden -> RS Andi Jemma

6. A. Nina Saad (P/23) Pontaden ->

7. Mahmud (L/47) Radda -> RS Hikmah

8. Disya (10) Masamba -> RS Hikmah

9. Amri (L/43) Bone Tua -> RS Hikmah

10. Muh. Idris(L/85) Massamba Affair -> RS Hikmah

11. Putra Adrean (L/18) Petambua -> RS Hikmah

12. A. Nabil Wais - Pontaden RS. A. Djemma.

13. Yanti (P/28) Radda

14. Nurmiati (P/50) Radda

15. Marwiah (P/60) Radda

16. Baharuddin Pelot (P/70 Thn) Radda.

17. Zaenab (P/2,5) Radda

18. M. Taufik (L) Patila

19. Nurul Ashari (P/34) Radda

20. Arkam (L/45) Masamba

21. Fatmawati (P/40) Radda

22. Hadera (P/60) Laba/Radda

23. Sadya (P/60) Petambua

24. Kandolo (L/43) Petambua.

25. NN (Patila) Blm identifikasi

26. NN (Radda) Blm Identifikasi

27. NN (Radda) Blm Identifikasi

28. NN (L/dewasa) Desa Meli Blm Identifikasi

29. NN (P/dewasa) Desa Radda Blm Identifikasi

30. NN (P/dewasa) Blm Identifikasi

31. Ny. Jaungan (P/60) Sabbang

32. Ny. Salem (P/75) Sabbang

*Data korban dalam pencarian :

1. Nia P/40 Petambua

2. Al Fatah L/3 Petambua

3. Irama P/6 Petambua

4. Akib koro L/50 Petambua

5. Muh. Toyib L/ Petambua

6. Botta L/51 Petambua

7. Tarima P/52 Radda

8. Denna P/50 Radda

9. Salam L/40 Meli

10. Hendra L/3 Radda

11. Khaisan P/3 pembibitan sawit.

12. Afni P/13 Radda

13. Cirra P/18 Radda

14. Papa megi/Saparudin L/40 Masamba.

15. Riski L/23 Radda.

16. Ustad Anas L/23 Masamba

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan