Rumah Makan Uwais Sediakan Semua Menu Gratis Bagi Warga Terdampak PPKM
ยทwaktu baca 2 menit

Solidaritas dari warga muncul di tengah pandemi dan kebijakan PPKM yang diperpanjang. Masyarakat tergerak untuk membantu meringankan beban warga dari ekonomi kelas bawah, salah satunya melalui gerakan berbagi makanan gratis.
Di Bandung, ada sebuah rumah makan mewah yang dibangun khusus untuk memberikan makan gratis kepada warga tanpa syarat. Pemiliknya bernama Tito Abdullah.
Kepada kumparan, Tito bercerita awal gerakan ini dimulai. Ia mengaku terinspirasi oleh seorang ulama di Arab Saudi saat melakukan ibadah umrah tahun 2020 lalu.
"Rumah Makan Gratis Uwais terinspirasi dari ulama Arab Saudi Syaikh Binbaz yang memberikan makan 2 ribu porsi setiap hari di rumahnya, yang niat sekali, ruangannya ber AC dan mewah. Akhirnya ide tersebut saya terapkan di Indonesia," tutur Tito.
Rumah Makan Gratis Uwais sudah berdiri selama satu tahun, bertepatan dengan pandemi COVID-19 pertengahan 2020.
Awalnya didirikan hanya di daerah Balaraja, Tangerang. Namun, seiring berjalannya waktu, Tito mengungkapkan, warungnya mendapat sorotan dan perhatian, sehingga banyak orang dari rekan atau warganet yang ikut menyumbang.
"Setelah itu membuka cabang di Jatinangor, Sumedang, Bandung. Banyak donatur dari berbagai kota yang kemudian ingin berpartisipasi dalam kebaikan kemanusiaan ini," imbuhnya.
Setiap harinya, Rumah Makan Gratis Uwais secara konsisten memberikan 400 porsi makan secara gratis tanpa syarat apa pun. Pengunjung yang berdatangan di antaranya adalah ojol, tukang becak, pemulung, dan pekerja informal lainnya.
Rumah makan dibuka dua kloter. Pertama pukul 10. 00 WIB sampai porsi makan habis dan yang kedua 15.00 WIB sampai porsi makan habis.
Sebelum kebijakan PPKM Level diterapkan, pengunjung dapat makan di tempat dengan protokol kesehatan.
Namun, selama PPKM Level diperpanjang, Rumah Makan Gratis Uwais membungkus semua porsi makan agar bisa disantap oleh warga di rumah masing-masing.
Tito menyebut, gerakan ini juga sempat mendapat perhatian dan apresiasi dari pejabat daerah setempat.
"Alhamdulillah, warung kami tidak pernah kena razia. Wakil Bupati Sumedang juga pernah datang dan mendukung aktivitas yang kami lakukan," tuturnya.
==
