Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Alami Krisis Oksigen
·waktu baca 1 menit

Krisis oksigen terjadi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman. Di sana oksigen liquid atau cair di tangki berkapasitas 5,5 ton telah habis.
Kini rumah sakit mengandalkan sisa tabung oksigen lain untuk bertahan. Diperkirakaan ada 20 tabung oksigen cadangan
Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gamping Ahmad Faesol menjelaskan bahwa oksigen tabung ini diperkirakan bertahan sekitar 3 jam.
"Saat ini sudah pakai oksigen tabung, diprediksi bertahan kurang lebih 3 jam," kata Faesol melalui pesan WA, Rabu (21/7).
Beruntungnya, saat ini oksigen cair dari PT Samator telah dalam perjalanan menuju PKU Muhammadiyah Gamping.
"Infonya suplai oksigen dari Samator dalam perjalanan, tadi sampai Prambanan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Oksigen Pemda DIY Tri Saktiyana menjelaskan bahwa produksi oksigen di Jawa memang masih terbatas.
"Permintaan (oksigen dari RS) sudah di-update, namun produksi dan transportasi oksigen masih perlu ditingkatkan. Jumlah isotank oksigen medis, head truck dan sarana pendukung lainnya di Jawa sangat terbatas," ujarnya kepada wartawan.
Sementara itu peralihan oksigen industri ke oksigen medis belum berjalan sesuai volume yang dibutuhkan.
"Kita bersama Kemenkes sudah berupaya dengan membantu RS lebih dari 500 oksigen konsentrator," katanya.
