Rusia Klaim Telah Sepenuhnya Kuasai Pabrik Baja Azovstal di Mariupol

21 Mei 2022 13:35 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Bus yang membawa pasukan Ukraina yang menyerah setelah berminggu-minggu bersembunyi di Azovstal Steel Works, di bawah pengawalan militer pro-Rusia, di Mariupol, Ukraina, Selasa (17/5/2022). Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Bus yang membawa pasukan Ukraina yang menyerah setelah berminggu-minggu bersembunyi di Azovstal Steel Works, di bawah pengawalan militer pro-Rusia, di Mariupol, Ukraina, Selasa (17/5/2022). Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pasukan militer Rusia pada Jumat (20/5/2022) mengatakan telah sepenuhnya menguasai pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan Mariupol Ukraina setelah unit militer terakhir yang bertugas di wilayah tersebut menyerahkan diri.
ADVERTISEMENT
"Sejak 16 Mei, 2.439 tentara Nazi dari batalion Azov dan pasukan Ukraina yang terperangkap di pabrik (Azovstal) telah menyerah," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Igor Konashenkov, dikutip dari AFP.
"Instalasi bawah tanah pabrik, tempat para pejuang bersembunyi, telah berada di bawah kendali penuh pasukan Rusia," tambah Konashenkov.
"Hari ini, 20 Mei, unit militer terakhir yang terdiri dari 531 pejuang (telah) menyerahkan diri," sambung pria berusia 56 tahun itu.
Seorang warga berjalan di depan sebuah bangunan yang rusak berat selama konflik Ukraina-Rusia di Mariupol, Ukraina, Jumat (20/5/2022). Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS
Konashenkov menambahkan bahwa Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah menginformasikan berakhirnya operasi dan pembebasan wilayah pabrik baja Azovstal di Mariupol kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Pemimpin batalion Azov di lokasi itu telah menyerah dan dievakuasi dengan kendaraan berlapis baja khusus untuk melindunginya dari kebencian penduduk Mariupol (untuknya) dan keinginan mereka untuk menghukumnya," beber Konashenkov.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (16/5/2022) malam waktu setempat, Batalion Azov, sebutan untuk unit militer Ukraina yang bertugas di pabrik baja Azovstal, mengatakan pihaknya telah mencapai tujuan mereka selama 82 hari melawan pasukan bersenjata Rusia.
Sebuah kendaraan lapis baja terlihat rusak berat selama konflik Ukraina-Rusia di Mariupol, Ukraina, Jumat (20/5/2022). Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS
"Untuk menyelamatkan nyawa, seluruh garda terdepan di Mariupol menerapkan keputusan yang disetujui dari Komando Militer Tertinggi dan mengharapkan dukungan dari rakyat Ukraina," tulis Resimen Azov dalam sebuah postingan di media sosial.
Menyerahnya pasukan tentara Ukraina dan berhasilnya Rusia menguasai wilayah pabrik baja Azovstal menandai berakhirnya pertempuran di Mariupol. Mariupol adalah salah satu kota terpenting dan terbesar di Ukraina yang telah dikepung Rusia sejak serangan militernya dimulai pada 24 Februari silam.