Rusia Kutuk Serangan AS ke Venezuela, Desak Bebaskan Nicolas Maduro

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditahan pasukan AS di Kapal serang amfibi USS Iwo Jima, usai ditangkap Sabtu (3/1) Foto: Donald Trump Truth via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditahan pasukan AS di Kapal serang amfibi USS Iwo Jima, usai ditangkap Sabtu (3/1) Foto: Donald Trump Truth via Reuters

Rusia mengutuk serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela dan mendesak AS untuk membebaskan Presiden Nicolas Maduro yang ditangkap dalam operasi militer di dan sekitar Caracas.

"Kami sangat mendesak kepemimpinan Amerika untuk mempertimbangkan kembali posisinya dan membebaskan presiden terpilih yang sah dari negara berdaulat tersebut dan istrinya," kata Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu (3/1) dikutip dari AFP.

Dalam serangkaian pernyataan, Kemlu Rusia menyerukan dialog antara Washington dan pemerintah sayap kiri Venezuela. Rusia menyatakan rasa solidaritas dengan rakyat Venezuela.

"Pagi ini, Amerika Serikat melakukan tindakan agresi bersenjata terhadap Venezuela. Ini sangat mengkhawatirkan dan patut dikutuk," kata kementerian itu.

"Dalih yang digunakan untuk membenarkan tindakan semacam itu tidak dapat dipertahankan. Permusuhan ideologis telah mengalahkan pragmatisme yang berorientasi pada kepentingan bisnis," tambahnya.

Venezuela adalah mitra terdekat Rusia di Amerika Selatan. Negara tersebut pembeli utama peralatan militer Rusia.