Rusia Telepon Menlu AS: Serangan ke Suriah Ancaman Global

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sergei Lavrov dan Rex Tillerson  (Foto: Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Sergei Lavrov dan Rex Tillerson (Foto: Reuters)

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov langsung menghubungi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson usai AS menyerang Suriah. Dalam pembicaraan, Lavrov mengatakan bahwa serangan tersebut bisa menimbulkan ancaman tambahan bagi keamanan global.

Lavrov kepada Tillerson menyebut bahwa penggunaan senjata kimia di Suriah tak sesuai kenyataan. Hal itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dikutip dari Reuters, Minggu (9/4).

"Serangan terhadap sebuah negara yang pemerintahannya sedang berkelahi melawan teroris hanya menguntungkan kelompok ekstremis," kata Lavrov.

"(Serangan) menciptakan ancaman tambahan untuk keamanan regional dan global. Bahwa militer Suriah menggunakan senjata kimia di Provinsi Idlib pada 4 Maret tak sesuai kenyataan," lanjut dia.

Baca juga: Trump Kirim Kapal Induk ke Korea

Kemlu Rusia menegaskan kedua Menlu tersebut sepakat untuk berdiskusi lebih lanjut soal Suriah secara pribadi. Rusia mengharapkan kehadiran Tillerson ke Moskow pekan depan.

Baca juga: Serang Suriah, AS Targetkan Gulingkan Presiden Bashar

Kapal perang AS melepaskan rudal. (Foto: Reuters/Militer AS)
zoom-in-whitePerbesar
Kapal perang AS melepaskan rudal. (Foto: Reuters/Militer AS)

Baca juga: Sebaran Serangan Gas Kimia di Suriah 2012-2016

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan ke pangkalan udara Shayrat, yang diyakini tempat Suriah meluncurkan jet tempur penyerang kimia. Dalam pernyataannya usai serangan itu, Trump menyinggung soal anak-anak Suriah yang disebutnya "bayi-bayi cantik."

"Pada Selasa diktator Bashar al-Assad melancarkan serangan senjata kimia mengerikan terhadap orang tidak berdosa. Menggunakan racun syaraf mematikan, Assad mencekik nyawa pria, wanita dan anak-anak yang tidak berdaya," kata Trump.

"Itu adalah kematian yang perlahan dan brutal. Bahkan bayi-bayi yang cantik dibunuh dengan kejam dalam serangan yang sangat barbar ini. Tidak boleh adalah anak-anak Tuhan yang pantas menanggung derita yang menakutkan seperti itu," lanjut dia.