Rusia Undang PBB dan Palang Merah untuk Selidiki Kematian Tawanan Perang Ukraina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mayat tahanan yang terbakar tergeletak di antara puing-puing setelah penembakan di sebuah penjara, di pemukiman Olenivka di Wilayah Donetsk, Ukraina, Jumat (29/7/2022). Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Mayat tahanan yang terbakar tergeletak di antara puing-puing setelah penembakan di sebuah penjara, di pemukiman Olenivka di Wilayah Donetsk, Ukraina, Jumat (29/7/2022). Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS

Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan pihaknya telah mengundang ahli dari PBB dan Palang Merah untuk menyelidiki kematian puluhan tahanan Ukraina di penjara yang dikuasai separatis pro Rusia, Minggu (31/7).

Dikutip dari Reuters, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan hal itu dilakukan "demi kepentingan melakukan penyelidikan yang objektif" atas apa yang disebut serangan di penjara pada minggu ini.

Korban tewas dalam serangan di penjara untuk kini menjadi 53 orang dan Moskow menuduh Ukraina yang melakukan serangan dengan rudal. Militer Ukraina membantah bertanggung jawab dan menyebut rudal Rusia lah yang menargetkan serangan ke penjara untuk menyembunyikan penganiayaan terhadap mereka yang ditahan di sana.

kumparan post embed

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan tersebut sebagai 'kejahatan perang yang disengaja'.

"Hari ini saya menerima informasi tentang serangan yang dilakukan penjajah di Olenivka [lokasi penjara], di wilayah Donetsk. Ini adalah kejahatan perang Rusia yang disengaja, pembunuhan massal yang disengaja terhadap tahanan perang Ukraina. Lebih dari 50 orang tewas," kata Zelensky dalam keterangan hariannya.

Kedua negara pun saling menuduh satu sama lain atas pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu. Ukraina menegaskan tidak pernah menargetkan infrastruktur sipil atau tahanan perang.