Rusuh Anti-Imigran Terancam Kembali Pecah di Inggris, Ribuan Polisi Berjaga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pengunjuk rasa menyalakan asap ketika petugas polisi berdiri di luar sebuah hotel, di Rotherham, Inggris, Minggu (4/8/2024). Foto: Hollie Adams/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pengunjuk rasa menyalakan asap ketika petugas polisi berdiri di luar sebuah hotel, di Rotherham, Inggris, Minggu (4/8/2024). Foto: Hollie Adams/REUTERS

Ribuan polisi berjaga di Inggris pada Rabu (7/8) ini. Mereka dikerahkan karena potensi rusuh kembali pecah di sana.

Menurut unggahan yang tersebar lewat Telegram, pada Rabu ini kelompok sayap kanan merencanakan demo di 30 tempat. Target demo adalah gedung atau kantor yang menampung imigran.

Rusuh di Inggris dipicu kabar hoaks perihal penusukan di Southport pada pekan lalu. Pelaku dituduh sebagai imigran ilegal yang terpapar paham Islam radikal.

Terkait rencana demo Rabu ini, Pemerintah Inggris menyatakan 6000 polisi dengan kemampuan khusus sudah dikerahkan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memperingatkan siapa saja terlibat kekerasan akan mendapat tindak tegas. Hukuman penjara menanti mereka para pelaku.

Starmer juga menegaskan, pelaku penghasutan daring tak luput dari hukuman.

"Ini akan menjadi pesan kuat bagi siapa saja terlibat baik secara langsung atau secara online," kata Starmer seperti dikutip dari AFP.

Aparat keamanan di Inggris, terkait kerusuhan anti-imigran, sudah menangkap ratusan orang perusuh. Sebanyak 100 lebih dakwaan turut pula dijatuhkan.