Saat BMKG Kirim Peringatan 8 Hari Sebelum Bencana Sumatera, Lalu Anomali Terjadi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam raker dengan Komisi V DPR, Senin (1/12/2025). Foto: Dok DPR RI
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam raker dengan Komisi V DPR, Senin (1/12/2025). Foto: Dok DPR RI

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkap pihaknya sudah memberikan peringatan terhadap kepala daerah terkait ancaman Siklon Senyar sebelum bencana di Sumatera terjadi. Namun, ada anomali cuaca.

"Saya perlu sampaikan bahwa untuk siklon tropis Senyar itu sudah bisa sebenarnya siklon tropis itu bisa kita prediksi Bapak Mendagri itu kurang lebih sekitar 8 hari sebelum proses pembentukan terjadinya siklon utamanya," kata Faisal dalam Rakor dengan Kemendagri secara virtual dikutip dari YouTube Kemendagri, Selasa (2/12).

Siklon Senyar terjadi karena adanya berbagai faktor. Dari mulai angin monsun dari Asia, serukan dingin dari Siberia, IOD (Indian Ocean Dipole) negatif di daerah Samudera Hindia, dan diperkuat dengan suhu permukaan laut di Selat Malaka yang cukup tinggi.

"Jadi di daerah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, itu Kepala Balai 1, Balai Besar BMKG Wilayah 1 itu sudah mengeluarkan warning 8 hari sebelumnya, diulang lagi 4 hari sebelumnya, kemudian diberikan 2 hari sebelumnya," kata Faisal.

kumparan post embed
Foto Udara sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (29/11/2025). Foto: Wawan Kurniawan/ANTARA FOTO

Siklon Senyar ini sempat diprediksi akan melintasi Aceh lalu ke Malaysia. Namun, ternyata siklon itu terhalang dan mengakibatkan turunnya hujan dengan intensitas tinggi. Ini yang disebut anomali cuaca.

“Ini (siklon Senyar) karena dia berputar-putar di Selat Malaka, maka terjadilah curah hujan ekstrem lebih dari 1 hari, jadi 2 hingga 3 hari. Ini yang menyebabkan eskalasi bencananya demikian besar karena siklonnya terlalu lama berada di daerah tersebut," katanya.

Peta tiga provinsi di Sumatera dilanda banjir dan longsor pada akhir November 2025. Foto: Dok. BNPB

Para kepala daerah pun sudah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya. "Sehingga ada beberapa kepala daerah juga yang menangkap informasi itu dan menyampaikan secara langsung kepada jajarannya di tingkat daerah," ujarnya.

"Mohon para kepala daerah juga berhati-hati dan mencermati informasi-informasi yang kami berikan melalui pos atau koordinator tiap provinsi. Ada lima balai besar yang kami miliki, itu memiliki wewenang untuk memberikan warning langsung ke provinsinya," tutup dia.