Saat Prabowo Bicara Lagi soal Giant Sea Wall hingga Singgung Pramono Anung

13 Juni 2025 8:09 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja melakukan peninggian tanggul dalam proyek tanggul laut raksasa atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di Muara Baru Kelurahan Penjaringan, Jakarta, Jumat (6/10). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja melakukan peninggian tanggul dalam proyek tanggul laut raksasa atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di Muara Baru Kelurahan Penjaringan, Jakarta, Jumat (6/10). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Presiden Prabowo Subianto kembali membahas pembangunan giant sea wall (GSW). Ia memanggil para menterinya ke Istana Kepresidenan di Jakarta untuk rapat terbats membahas hal tersebut pada Kamis (13/6).
ADVERTISEMENT
Giant Sea Wall menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang masuk ke dalam RPJMN 2025-2029. Pemerintah dikabarkan akan membentuk satuan tugas (satgas) yang menangani pembangunan tanggul laut raksasa tersebut.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana menuturkan, nantinya giant sea wall akan terbentang dari Banten sampai Jawa Timur atau tepatnya dari Tangerang hingga Gresik. Proyek tersebut memiliki panjang sekitar 946 km.
Dalam pembangunan giant sea wall, pemerintah membuka peluang pengerjaan dengan skema pembiayaan oleh swasta dan investasi juga dimungkinkan untuk menjadi multi sektor.
Tidak hanya diratas, Prabowo juga menyinggung proyek GSW saat menghadiri penutupan acara International Conference on Infrastructure (ICI).
Presiden RI Prabowo Subianto hadiri peresmian penutupan Konferensi Internasional Infrastruktur Tahun 2025 di JCC Senayan, Jakarta, pada Kamis (12/6/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
“Saya ingin garisbawahi salah satu proyek infrastruktur yang sangat strategis sangat vital bagi kita, merupakan salah satu megaproyek, harus kita laksanakan adalah Giant Sea Wall, tanggul laut pantai utara Jawa,” ujar Prabowo di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (12/6).
ADVERTISEMENT
Acara tersebut juga dihadiri oleh para kepala daerah. Di momen tersebut Prabowo sempat mencari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, sebab proyek GSW juga melibatkan Jakarta. Namun, Pramono tidak tampak hadir.
“Di sini Gubernur DKI hadir tidak? Enggak hadir, waduh ini coba diselidiki kenapa tidak hadir,” tutur dia sambil tertawa.
Meski begitu, Prabowo mengatakan sudah bertemu dengan Pramono. Dari pertemuan itu, Prabowo memastikan Pemprov DKI Jakarta akan mendukung kelanjutan pembangunan Giant Sea Wall.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air Ika Agustin Ningrum (kiri) meninjau pembangunan tanggul mitigasi banji rob di Jalan Dermaga Ujung, Muara Angke, Jakarta, Kamis (12/6/2025). Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
“Jadi saya bilang DKI harus urunan, pemerintah pusat urunan. Jadi kalo USD 8 miliar. Katakanlah 8 tahun berarti USD 1 miliar satu tahun. Menkeu sudah kelihatan tegang, melihatnya. Tenang bu, DKI nyumbang,” seloroh Prabowo kepada Menkeu Sri Mulyani yang juga hadir dalam acara tersebut.
ADVERTISEMENT
GSW akan dibangun untuk melindungi pantai utara jawa dan terbentang dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur. Jika dibangun secara keseluruhan, waktu yang dibutuhkan untuk membangun GSW sepanjang 500 km itu bisa mencapai 20 tahun.
GSW memiliki peran yang sangat vital dalam perlindungan kawasan pantai utara Jawa. Proyek ini juga sudah masuk ke dalam perencanaan Bappenas sejak tahun 1995 atau 30 tahun lalu. Maka dari itu Prabowo berkomitmen untuk memulai proyek tersebut.
Khusus untuk pembangunan GSW Teluk Jakarta, Prabowo memperkirakan proyek tersebut memakan biaya sekitar USD 8 sampai 10 miliar dan dapat diselesaikan dalam 8 tahun. Prabowo juga menginginkan urun dana antara pemerintah pusat dan pemerintah DKI Jakarta dalam membangun GSW di Teluk Jakarta.
ADVERTISEMENT