Saat Warga Palestina Bersorak atas Pengakuan Inggris

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bendera Palestina berkibar saat para demonstran menghadiri demonstrasi untuk menentang larangan pemerintah Inggris atas "Aksi Palestina" berdasarkan undang-undang antiterorisme, di Parliament Square, London, Inggris, Sabtu (6/9/2025). Foto: Carlos Jasso/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Bendera Palestina berkibar saat para demonstran menghadiri demonstrasi untuk menentang larangan pemerintah Inggris atas "Aksi Palestina" berdasarkan undang-undang antiterorisme, di Parliament Square, London, Inggris, Sabtu (6/9/2025). Foto: Carlos Jasso/REUTERS

Sejumlah negara Barat, termasuk Inggris, resmi mengakui kedaulatan Palestina pada Minggu (21/9). Langkah Inggris disambut baik rakyat Palestina.

Sukacita pengakuan Inggris disampaikan Sharaf al-Tarda. Saat ini al-Tarda tinggal di Hebron di Tepi Barat yang sedang dikuasai Israel.

“Merupakan kewajiban manusia bagi setiap manusia yang terhormat dan bebas di dunia untuk mendukung warga Palestina selama masa sulit yang mereka alami, dan peran Inggris kini hadir dalam hal ini,” ucap al-Tarda seperti dikutip Reuters.

Penguasa Gaza yang sedang diserang Israel, Hamas, menyambut baik keputusan Inggris. Tetapi, Hamas minta pengakuan disertai tindakan nyata menghentikan perang Gaza.

Sejak 2023, agresi Israel pada Gaza menyebabkan 65 ribu warga kehilangan nyawa. Badan urusan HAM PBB menyebut tindakan Israel sebagai aksi genosida.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Foto: Ahmad Hassan/AFP

Adapun Presiden Palestina Mahmoud Abbas memandang pengakuan Inggris sebagai gerbang pembuka terbentuknya negara Palestina di masa depan.

“Ini akan membuka jalan bagi negara Palestina untuk hidup berdampingan dengan negara Israel dalam damai, aman dan bertetangga baik,” papar Abbas.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Foto: Henry Nicholls/Pool via REUTERS

PM Inggris Keir Starmer sudah menulis surat pengakuan secara resmi yang dikirim ke Presiden Abbas. Surat itu berisi cerita saat Inggris mendukung pemberian tanah air bagi warga Yahudi pada 1917.

Oleh sebab itu, saat bersamaan Inggris, akan pula berjanji melindungi hak warga non-Yahudi.

“Hari ini, untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel, serta solusi dua negara, Inggris secara resmi mengakui Negara Palestina," ujar Starmer.

"Krisis kemanusiaan buatan manusia di Gaza mencapai titik terendah. Pengeboman yang terus-menerus dan terus meningkat oleh pemerintah Israel di Gaza, serangan yang dilakukan beberapa minggu terakhir, serta kelaparan dan kehancuran yang terjadi benar-benar tak tertahankan,” sambung dia.

Inggris perbarui peta Palestina, 21 September 2025. Semula Gaza dan West Bank disebut Kawasn Palestina yang Diduduki, sekarang menjadi Palestina saja. Foto: gov.uk

Sejarah Palestina terkait erat dengan Inggris. Itu dimulai ketika Inggris merebut Yerusalem dari Kekaisaran Ottoman pada 1917.

Pada 1922 Liga Bangsa-Bangsa memberikan mandat internasional untuk Inggris mengelola Palestina, lewat kesepakatan pascaperang yang berujung penggambaran ulang peta Timur Tengah saat itu.

Inggris kemudian memberi izin bagi Yahudi menetap di Palestina —untuk mendapatkan dukungan dari komunitas Yahudi internasional dan memperluas pengaruhnya di Timteng. Hal ini kemudian memicu konflik di kawasan hingga kini.