Safari di Makassar, Ma'ruf Amin Ziarah ke Makam Pahlawan Syekh Yusuf

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengunjungi Makassar, Sulawesi Selatan, untuk melanjutkan safari politiknya. Dalam kesempatan itu, Ma'ruf yang didampingi istrinya, Wury Estu Handayani, menyempatkan berziarah ke makam Syekh Yusuf Al Makassari Al Batani.
Setibanya di lokasi, Ma'ruf dan Wury mendoakan almarhum lalu menaburkan bunga di atas makam tersebut. Menurut Ma'ruf, Syekh Yusuf bukan hanya sekadar tokoh ulama besar, tetapi juga pejuang.
"Syekh Yusuf seorang ulama, pejuang berani, dan juga pemimpin tarekat. Jadi pahlawan yang lengkap sekali," ucap Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Kamis (21/2).
Syekh Yusuf pernah berjuang bersama Sultan Hasanuddin Makassar saat melawan Belanda.
"Sultan Hasanuddin waktu itu ditipu dan ditangkap Belanda. Beliau (Syekh Yusuf) lari ke Banten dan bergabung bersama Sultan Agung Tirtayasa," jelas cawapres asal Banten itu.
Ma'ruf kemudian menceritakan, tak hanya Sultan Hasanuddin, tetapi Syekh Yusuf dan Sultan Agung Tirtayasa juga ikut ditipu Belanda. Hingga akhirnya Syekh Yusuf dibuang ke Afrika Selatan, sedangkan Sultan Agung Tirtayasa ditahan di Batavia.
"Beliau pejuang yang tidak berhenti begitu saja, sampai dibuang ke Afrika Selatan. Tapi beliau tidak takut. Ini contoh pahlawan yang bisa jadi panutan," tutur Ma'ruf.
Presiden ke-2 RI Soeharto sebelumnya memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Syekh Yusuf pada tahun 1995. Tak hanya itu, Pemerintah Afrika Selatan juga memberikan gelar pahlawan untuk Syekh Yusuf karena dianggap ikut berjuang masyarakat Afrika Selatan. Saat dibuang ke Afrika Selatan, Syekh Yusuf tetap berdakwah hingga memiliki banyak pengikut.
Bahkan, mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela pernah menyebut Syekh Yusuf sebagai 'Salah Seorang Putra Afrika Terbaik'.
