Safetydeck JPO Daan Mogot Terlepas dan Menggantung di Jalan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Safetydeck atau penutup bagian bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, terlepas dan menggantung pada Selasa (22/9/2026). Foto: Instagram/ @achmdzlfkr_
zoom-in-whitePerbesar
Safetydeck atau penutup bagian bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, terlepas dan menggantung pada Selasa (22/9/2026). Foto: Instagram/ @achmdzlfkr_

Safetydeck atau penutup bagian bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, terlepas dan menggantung pada Selasa (22/9). Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian di salah satu unggahan media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan bahwa safetydeck tersebut terlepas setelah tersangkut kendaraan besar yang membawa muatan berlebih atau over dimensi.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Siti Dinarwenny mengatakan, JPO tersebut saat ini sedang dalam proses revitalisasi. Safetydeck dipasang selama proses revitalisasi berlangsung.

"Namun safetydeck tersebut tersangkut kendaraan besar dengan muatan berlebih (over dimensi) sehingga mengakibatkan safetydeck terlepas dan tergantung,” kata Siti kepada kumparan, Selasa (22/9).

instagram embed

Dia memastikan ketinggian safetydeck telah dipasang sesuai standar, yakni 5 meter dari permukaan jalan. Sementara batas ketinggian kendaraan yang seharusnya melintas maksimal 4,2 meter.

"Saat ini safetydeck tersebut sudah dalam penanganan petugas kami, agar dapat dipasang kembali. Mohon maaf atas ketidaknyaman yang terjadi,” jelas Siti.

Sebelumnya, kondisi safetydeck JPO di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, menjadi perhatian setelah video yang menunjukkan bagian penutup bawah JPO terlepas dan menggantung di tengah jalan beredar di media sosial. Kondisi tersebut dikhawatirkan masyarakat, karena berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas.