Saksi Mata Gempa 7,6 M di Manado Lihat Momen Korban Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi area gedung KONI Sulut, Kamis (2/4/2026). Foto: TONNY RARUNG/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi area gedung KONI Sulut, Kamis (2/4/2026). Foto: TONNY RARUNG/AFP

Gempa 7,6 magnitudo mengguncang wilayah Sulawesi Utara-Maluku Utara, Kamis (2/4). Di Kota Manado, guncangan terasa kuat dan panjang, bahkan menimbulkan korban jiwa di area gedung KONI Sulut.

Korban tewas bernama Deice Lahia (perempuan, usia 70 tahun), kakak dari mantan petinju Sulut, Ilham Lahia. Keluarga ini berwirausaha di sekitar gedung KONI tersebut.

Razid Poli, saksi mata, melihat Deice Lahia beraktivitas menyiapkan jualannya.

"Dia tertimpa bangunan saat hendak keluar menyelamatkan diri," kata Razid.

Polisi yang dipimpin langsung Wakapolda Sulawesi Utara, Brigjen Pol Awi Setiyono, pun mendatangi lokasi gedung KONI.

"Akibat gempa tersebut, kanopi sebelah utara gedung KONI roboh dan menimpa warga. Satu orang dinyatakan meninggal dunia," ujar Awi.

Jenazah Deice Lahia kemudian dievakuasi dari balik puing-puing besi dan beton yang berserakan. Dengan hati-hati, petugas mengangkat tubuhnya menggunakan tandu, lalu membawanya ke RS Bhayangkara Manado untuk pemeriksaan forensik.

Polisi lalu memasang garis pembatas di sekitar area gedung yang kini tampak seperti medan kehancuran.