News
·
13 Agustus 2020 11:58

Saktinya Si 'Joker' Djoko Tjandra: Diburu Kejagung, Dibantu Jaksa hingga Polisi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Saktinya Si 'Joker' Djoko Tjandra: Diburu Kejagung, Dibantu Jaksa hingga Polisi (130380)
Coverstory Djoko Tjandra. Foto: Indra Fauzi/kumparan
Djoko Tjandra menjadi sosok yang akhir-akhir ini paling menyita perhatian publik. Sengkarut kasusnya bikin geger dan membuat semua pihak terheran-heran.
ADVERTISEMENT
Djoko Tjandra merupakan buronan Kejaksaan Agung terkait kasus hak tagih Bank Bali. Ia kabur sejak 2009 menghindari hukuman 2 tahun penjara yang dijatuhkan Mahkamah Agung.
Namun, meski berstatus buron, ia bisa sangat mudah keluar masuk Indonesia. Tak hanya itu, ia bahkan sempat membuat e-KTP, paspor, hingga mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Juni 2020. Semua dilakukannya dalam senyap. Saat semua terungkap, sosoknya sudah kabur ke Malaysia.
Nampaknya cerita keluar masuk Indonesia hingga daftar PK yang tak terendus aparat penegak hukum bukan karena faktor keberuntungan semata. Diduga ada sejumlah pihak yang berada di belakang Djoko Tjandra, untuk membantu memuluskan sejumlah urusan itu.
Bahkan tak tanggung-tanggung, yang diduga membantu Djoko Tjandra justru dari institusi aparat penegak hukum. Ya, sang Joker dibantu oknum jaksa dan polisi. Siapa saja?
Saktinya Si 'Joker' Djoko Tjandra: Diburu Kejagung, Dibantu Jaksa hingga Polisi (130381)
Coverstory Djoko Tjandra. Foto: Indra Fauzi/kumparan

Jenderal Polisi

Buntut polemik Djoko Tjandra, ada jenderal polisi yang dicopot dari jabatannya. Satu di antaranya bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka.
ADVERTISEMENT
Seseorang tersebut ialah Brigjen Pol Prasetijo Utomo, yang sebelumnya menjabat Kakorwas PPNS Bareskrim Polri. Ia diduga memberikan surat jalan kepada Djoko Tjandra.
Surat itu diduga yang memuluskan jalan Djoko Tjandra untuk keluar-masuk Indonesia. Bahkan Brigjen Prasetijo diduga mengawal langsung Djoko Tjandra dengan ikut terbang memakai pesawat carter.
Surat itu bernomor: SJ/82/VI/2020/Rokorwas, tertanggal 18 Juni 2020 diteken Brigjen Prasetijo Utomo. Dalam surat tersebut Djoko Tjandra disebut menjadi seorang konsultan. Berbekal surat itu, Djoko Tjandra diduga bisa melenggang mulus keluar Indonesia melalui Pontianak.
Saktinya Si 'Joker' Djoko Tjandra: Diburu Kejagung, Dibantu Jaksa hingga Polisi (130382)
Infografik Polisi yang Terkait Kasus Djoko Tjandra. Foto: Jarwo/kumparan
Selain Brigjen Prasetijo, dua jenderal polisi lainnya yang ikut dicopot ialah Brigjen Nugroho selaku Sekretaris NCB Interpol Polri dan Irjen Napoleon Bonaparte selaku Kadiv Hubungan Internasional Polri.
Keduanya dinilai melanggar etik terkait surat pemberitahuan terhapusnya red notice Djoko Tjandra yang dikirimkan NCB Interpol Indonesia ke Ditjen Imigrasi. Hal itu yang membuat nama Djoko Tjandra sempat dihapus dari data perlintasan Imigrasi.
ADVERTISEMENT
Surat ditandatangani Brigjen Nugroho Slamet Wibowo dan diduga tanpa sepengetahuan atasan. Napoleon merupakan atasan Nugroho.
“Semua melanggar kode etik,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono.
Saktinya Si 'Joker' Djoko Tjandra: Diburu Kejagung, Dibantu Jaksa hingga Polisi (130383)
Brigjen Prasetijo di tahanan. Foto: Dok. Istimewa
Polri masih mengembangkan soal polemik Djoko Tjandra ini. Sudah ada 2 tersangka yang dijerat terkait surat jalan, yakni Brigjen Prasetijo dan Anita Kolopaking yang merupakan pengacara Djoko Tjandra. Keduanya pun sudah ditahan.
Bareskrim memastikan kasus ini masih mungkin terus berkembang. Adanya penetapan tersangka lain yang terlibat masih mungkin terjadi. Polri bahkan mengundang KPK untuk ikut gelar perkara dalam hal ini.

Jaksa Pinangki

Saktinya Si 'Joker' Djoko Tjandra: Diburu Kejagung, Dibantu Jaksa hingga Polisi (130384)
Jaksa Pinangki. Foto: Instagram/@ani2medy
Sengkarut Djoko Tjandra tak hanya menyeret polisi. Jaksa pun diduga ada yang terlibat. Adalah Jaksa Pinangki Sirna Malasari, yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Agung.
ADVERTISEMENT
Keterlibatan Jaksa Pinangki mulai terendus ketika fotonya bersama Djoko Tjandra beredar di media sosial. Dari situ, pemeriksaan internal dilakukan Kejaksaan Agung.
Alhasil, diketahui jaksa Pinangki tercatat 9 kali pergi ke luar negeri pada 2019 tanpa izin atasannya. Dua di antaranya diduga bertemu dengan sang Joker alias Djoko Tjandra.
Atas adanya temuan itu, jaksa Pinangki dicopot dari jabatannya selaku Kepala Sub-Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan.
Hukuman disiplin PNS itu dikeluarkan Wakil Jaksa Agung melalui Surat Keputusan Nomor: KEP-IV-041/B/WJA/07/2020 tanggal 29 Juli 2020 tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin (PHD) Tingkat Berat.
Namun tak berhenti sampai di situ. Pemeriksaannya berlanjut ke dugaan tindak pidana korupsi.
Tak butuh waktu lama bagi penyidik menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka. Ia bahkan langsung ditangkap dan ditahan.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan penyidikan, peran Jaksa Pinangki cukup besar dalam membantu Djoko Tjandra. Ia diduga menjadi salah satu orang yang membantu Djoko Tjandra masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi.
Bahkan, Jaksa Pinangki diduga mengurus PK Djoko Tjandra. Ia pun rela terbang ke Malaysia guna membahas soal PK tersebut.
Hal yang menjadi ironi. Sebab, Jaksa Pinangki artinya membantu Djoko Tjandra untuk lepas dari hukuman. Sementara di sisi lain, Kejaksaan Agung, tempat Jaksa Pinangki bekerja, sedang berupaya menangkap dan mengeksekusi Djoko Tjandra.
"Keberhasilan terpidana Djoko Soegiarto Tjandra masuk ke dalam negeri dan kemudian mengajukan Peninjauan Kembali ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan diduga ada peran tersangka PSM (Pinangki Sirna Malasari)," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono.
ADVERTISEMENT
Diduga, hal itu tak dilakukannya secara gratis. Jaksa Pinangki dijanjikan uang USD 500 ribu atau sekitar Rp 7 miliar atas jasanya.
Atas perbuatannya, Jaksa Pinangki dijerat Pasal 5 ayat (2) Undang Undang Tindak Pidana Korupsi. Pasal itu merupakan pasal untuk penerima suap. Namun, Kejaksaan Agung tidak menjelaskan lebih lanjut perihal siapa pihak pemberi dalam perkara ini.
Sementara nasib PK Djoko Tjandra, tak diterima oleh PN Jaksel. Sebab, Djoko Tjandra tak sekalipun hadir dalam persidangannya.
Saktinya Si 'Joker' Djoko Tjandra: Diburu Kejagung, Dibantu Jaksa hingga Polisi (130385)
Infografik mereka yang bertemu Djoko Tjandra di Pelarian. Foto: Nadia Wijaya/kumparan

Akhir Pelarian Djoko Tjandra

Setelah 11 tahun buron, pelarian Djoko Tjandra berakhir pada Kamis (30/7) malam. Ia ditangkap Bareskrim di Kuala Lumpur, Malaysia, atas kerja sama dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM).
Setibanya di Tanah Air, ia langsung dieksekusi untuk menjalani hukuman 2 tahun yang dihindarinya itu.
ADVERTISEMENT
"Kami eksekusi ke pemasyarakatan, dengan ini maka tugas kejaksaan selesai, status terpidana menjadi warga binaan," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Ali Mukartono, Jumat (31/7).
Ia sempat ditahan di Rutan Bareskrim karena Polri masih butuh keterangannya. Namun saat ini ia sudah dipindahkan. Lapas Salemba menjadi lokasi akhir pelarian sang Joker.
Saktinya Si 'Joker' Djoko Tjandra: Diburu Kejagung, Dibantu Jaksa hingga Polisi (130386)
Petugas kepolisian membawa buronan kasus korupsi Djoko Tjandra yang ditangkap di Malaysia setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (30/7/2020). Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto