Salah Satu Pertanyaan Sebelum Donor Plasma: Pernah Berhubungan dengan PSK?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Permintaan plasma darah konvalesen untuk merawat pasien COVID-19 ramai diposting warga di media sosial, namun stok sulit didapat. Hal ini sudah terjadi sejak pandemi melanda Indonesia, namun kini makin marak di tengah lonjakan kasus gelombang varian Delta.

Plasma adalah komponen dalam darah yang mengandung antibodi. Jika plasma penyintas COVID-19 disuntikkan ke pasien corona, maka pasien tersebut akan punya antibodi untuk melawan virus dan berpotensi besar sembuh.

Tetapi selain sudah harus pernah dikonfirmasi COVID-19 melalui tes PCR, ternyata syarat bagi pendonor darah plasma konvalesen sangat ketat dan personal. Salah satunya, pendonor tidak pernah melakukan hubungan badan/intim dengan Pekerja Seks Komersial (PSK).

embed from external kumparan

Wartawan kumparan, Muhammad Iqbal, yang mengikuti donor plasma konvalesen Senin (1/8), mendapati pertanyaan tersebut pada lembar isian informed consent sebelum proses donor.

Pertanyaan terkait PSK itu jadi salah satu syarat apakah pendonor bisa lolos ke tahap berikutnya. Masih terkait PSK, ada pertanyaan tidak pernah berhubungan badan dengan penderita HIV atau memiliki penyakit kelamin.

Masih banyak pertanyaan lain yang personal dalam informed consent. Sementara persyaratan umum pendonor plasma, hanya:

  • Ada riwayat konfirmasi positif COVID-19 dalam 3 bulan terakhir (dibuktikan PCR, bukan Antigen).

  • Pendonor sehat dan tidak punya penyakit kronik menular via darah (misal: hepatitis, HIV, dsb).

  • Sudah dinyatakan bebas COVID-19 (negatif) atau telah sembuh minimal 14 hari sampai dengan 3 bulan.

  • Diutamakan usia 17-60 tahun.

  • Diutamakan laki-laki.

  • Untuk perempuan, belum pernah hamil.

  • Berat badan minimal 50 kg.

  • Bersedia menandatangani informed consent (persetujuan donor).

Infografik setetes plasma selamatkan nyawa. Foto: kumparan

Persyaratan juga diketahui saat pendonor mencoba melakukan skrining melalui https://plasmakonvalesen.jakarta.go.id/. Di sini masih pertanyaan umum, belum ada apakah pernah berhubungan dengan PSK.

Berikut pertanyaan skrining atau syarat lolos donor di situs tersebut:

  • Apakah anda berumur 17 - 60 tahun?

  • Jenis Kelamin?

  • Apakah berat badan anda > 45 kg ?

  • Apakah anda memiliki riwayat penyakit Jantung, Kencing Manis (DM), Penyakit Keganasan (Kanker), Penyakit menular via darah (Hepatitis, HIV, dsb) ?

  • Apakah anda menerima transfusi darah dalam waktu < 6 bulan atau selama perawatan di rumah sakit ?

  • Apakah anda pernah menerima atau melakukan terapi bekam dalam waktu < 6 Bulan atau selama terkonfirmasi COVID-19 ?

  • Apakah anda memiliki riwayat memasang tato jarum dalam waktu < 6 bulan atau selama terkonfirmasi COVID-19 ?

  • Anda sudah siap dan bersedia menjadi donor plasma konvalesen?