Saldi Isra, Wicipto Setiadi, Bernard Tanya, Calon Pengganti Patrialis

Pagi ini, Presiden Joko Widodo menerima tim pansel Mahkamah Konstitusi di Istana Merdeka. Tim pansel tersebut terdiri dari Ketua Harjono, Wakil Ketua Komisi Yudisial Sukma Violetta, mantan Hakim MK Maurarar Siahaan, serta ahli hukum Todung Mulya Lubis dan Ningrum Sirait.
Saat menerima tim pansel, Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara. Pertemuan berlangsung tertutup selama 30 menit. Setelah pertemuan, pansel memberikan keterangan soal calon Hakim MK pengganti Patrialis Akbar.
"Kedatangan kami melaporkan hasil kerja kita dari 22 Februari sampai saat ini yang diakhiri dengan menyerahkan nama-nama yang telah diseleksi kepada Presiden untuk nanti Presiden memilih nama-nama tadi," kata Harjono di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/4).
"Kita sampaikan ke Presiden tiga nama, kita buka saja namanya. Yaitu ada Saldi Isra, Bernard Tanya, dosen di Kupang, Universitas Nusa Cendana, dan Wicipto Setiadi, purna tugas dari Kemenkumham," lanjut dia.
Baca juga: Saldi Isra yang Gugup saat Dicecar Pansel Hakim Konstitusi
Harjono lalu menyampaikan bahwa Presiden belum memilih tiga nama calon yang diajukan oleh tim pansel. Namun Harjono menjelaskan, kemungkinan pengumuman nama yang dipilih Presiden dilakukan oleh Mensesneg Pratikno.
"Saudara menunggu, saya menunggu, karena itu adalah kewenangan Presiden. Waktunya memang mepet," ucap Harjono.
Sebelumnya ada 11 calon hakim MK yang mengikuti seleksi. Dari 11, tim pansel mengambil tiga yang sudah diurutkan berdasarkan ranking.
"Tapi karena ini penilaian biar panitia dan Presiden yang tahu. Ranking seperti itu, jaraknya bagaimana biar Presiden dan pansel yang tahu," tuturnya.
Baca juga: 12 Orang Lolos Seleksi Calon Hakim MK
