Sampel Darah Jadi Kunci Ungkap Kasus 'Vaksin Bodong' di Karawang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pekerja bekerja di fasilitas pengemasan pembuat vaksin Sinovac Biotech. Foto: Thomas Peter/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pekerja bekerja di fasilitas pengemasan pembuat vaksin Sinovac Biotech. Foto: Thomas Peter/REUTERS

Kasus dugaan 'vaksin bodong' yang disuntikkan ke warga di Puskesmas Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, masih menjadi misteri. Perkara itu menjadi viral setelah seseorang warga bernama Tari Nurfadilah membuat Instagram Story 'vaksin bodong'. Tari disuntik vaksin pada Senin (12/7) di Puskesmas Wadas. Dia dan temannya, Rima, kemudian memvideokan proses vaksinasi itu. Dalam proses penyuntikan, Tari melihat ada hal yang aneh. Dia menganggap vaksinator di puskesmas tidak menginjeksi cairan vaksin ke dalam tubuhnya.

instagram embed

Tari kemudian di akun Instagram mengunggah soal 'vaksin bodong'. Karena unggahannya, dia kemudian didatangi Bupati Karawang hingga Polres Karawang.

instagram embed

Polisi dalam kasus ini sudah mengamankan 600 spuit atau alat suntik serta dua boks vial vaksin Sinovac yang sudah kosong dari Puskesmas Wadas. Dari hasil pemeriksan sementara 600 alat suntik dan 2 boks vial Sinovac yang diamankan polisi terlihat dalam kondisi kosong.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliesta Ageng Wicaksana mengatakan dalam kasus ini, polisi juga sudah memeriksa 12 saksi.

kumparan post embed

Saksi yang diperiksa terdiri dari para tenaga kesehatan yang jadi petugas vaksinator di Puskesmas Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.

Turut diperiksa Tari Nurfadilah, Rima Melati, Ipeh yang pada saat itu secara bersama-sama vaksin di Puskesmas Wadas. Oliesta mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, dalam kasus ini vial dan spuit dalam kondisi kosong. "Yang mengindikasikan penyuntikan telah dilaksanakan," ujar Oliesta, Jumat (16/7).

Namun, penyelidikan tak sampai di situ. Oliesta mengatakan polisi juga masih akan memeriksa sampel darah Tari, Ipeh dan Rima di Labkesda Karawang. Sampel darah diperlukan untuk mengetahui terbentuknya antibodi di tubuh ketiga orang itu. Antibodi itu kemudian nanti akan diteliti apakah mengandung cairan vaksin Sinovac atau tidak.

Dengan demikian, kata Oliesta, sampel darah nanti adalah kunci dan konklusi ada tidaknya kekeliruan dalam penyuntikan vaksin di Puskesmas Wadas.

"Adapun konklusi terakhir adalah di hasil pemerikaan lab sampel darah. Karena dari hasil keterangan yang kami kumpulan sementara belm dapat disimpiulkan ada kekeliruan atau tidak," kata Oliesta.

"Dari barang bukti, spuit dan juga vial dalam kondisi kosong yang mengindikasikan penyuntikan telah dilaksanakn, tapi sekali lagi yang hasil kesimpulan adalah hasil laboratorium sampel darah," lanjut Oliesta.

embed from external kumparan